14.08.2023
Tatkala pagi hadir
Lebam itu tetap bersanggar
Menatap dalam pada cermin
Pantulan gadis kecil dengan kulit keunguan bahkan kuning
Tak menyeluruh namun genap menjadi corak
Nanar matanya buktikan luka
Darah kering ditepi bibir tipisnya
Merasa tertipu oleh semesta
Pernyataan bahwa memiliki seorang yang mencintai kita
mampu membuat kita bahagia ternyata sampah
Bahkan rumbai gordenpun tak bergerak
tuk sekedar tenangkan hatinya
Tralis yang tragis itu saksi baginya
Bahkan seisi kamar hanya dapat terpaku
Melihat pemiliknya yang kini kembali terbaring
meringkuk
dan diam
Air itu terus mengalir
tanpa isakan
hanya tatapan kosong yang nanar
hanya permohonan yang keluar
entah hari ini akhir atau masih ada lagi
rasanya sudah memutuskan harapan
“Tuhan, jika benar ini dapat berakhir nanti, aku mohon jadikan hari ini adalah nanti yang kubutuhkan”


