Buka Puasa Bersama Planet Ban Bali; Ketua LDNU Bali Sampaikan Tiga Hal Paling Baik

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Bertempat di Ballroom Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar segenap karyawan PT Planet Ban seluruh Bali menggelar pengajian dan buka puasa bersama dengan menghadirkan Ketua PW LDNU Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi seluruh Karyawan Planet Ban se Bali dan disaksikan secara daring kantor pusat Planet Ban Jakarta.

Ustaz Farid Mubarok, S.Pd.I, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali dalam tausiyahnya menyampaikan tentang instrospeksi diri di Bulan Ramadhan. Beliau mengutip pendapat dari Ibnu ‘Abbas r.a dan Ali bin Abi Thalib berkenaan dengan tiga hal paling baik.

Bacaan Lainnya
Dok. Buka puasa bersama karyawan planet Ban Bali

Dalam tausiyah terbesebut menebutkan tiga hal yang paling baik menurut Ibnu Abbas, diantarana adalah;

وعن ابن عباس رضي الله عنهما حين سئل: ما خير الأيام؟ وما خيرالشهور؟ وما خير الأعمال

Ibnu ‘Abbas radiyallahu ‘anhu ketika ditanya tentang hari, bulan dan amalan yang paling baik,

فقال:

ia menjawab:

خير الأيام يوم الجمعة

“Hari yang paling baik adalah hari Jum’at

وخير الشهور شهررمضان

Bulan yang paling baik adalah bulan Ramadhan

وخير الأعمال الصلوات الخمس لوقتها

Amalan yang paling baik adalah menjalankan shalat fardhu tepat pada waktu utamanya.”

فمضى على ذلك ثلاثة أيام فبلغ عليا رضي الله عنه أن ابن عباس رضي الله عنهما سئل عن ذلك فأجاب بكذا فقال علي رضي الله عنه لو سئل العلماء والحكماء والفقهاء من المشرق إلى المغرب لما أجابوا بمثل ما أجاب به ابن عباس

Selanjutnya, Ibnu ‘Abbas meninggal dunia pada hari Jum’at. Tiga hari sesudah kematiannya, sampailah berita kepada ‘Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu tentang jawaban Ibnu ‘Abbas radiyallahu ‘anhu ketika ditanya tentang hal itu, pasti mereka akan menjawab seperti jawaban Ibnu ‘Abbas

إلا أني أقول

kecuali aku, Jika aku ditanya hal tersebut, pasti aku akan menjawab sebagai berikut:

خير الأعمال ما يقبل الله تعالى منك

‘Amal yang paling baik adalah amal yang diterima oleh Allah

وخير الشهور ما تتوب فيه إلى الله توبة نصوحا

bulan yang paling baik adalah bulan yang di dalamnya engkau bertobat kepada Allah dengan taubat nashuha; dan

وخير الأيام ما تخرج فيه من الدنيا إلى الله تعالى مؤمنا بالله

sebaik-baik hari adalah hari saat engkau pergi meninggalkan dunia dan kembali kepada Allah dalam keadaan beriman kepada-Nya.”

Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa yang disebut dengan taubat nashuha adalah hatinya menyesali dosa yang pernah dikerjakan; lisannya memohon ampunan kepada Allah; raganya berhenti dari segala macam perbuatan dosa; dan berjanji tidak akan melakukan lagi kemaksiatan yang dilarang oleh Allah.

Ada lagi yang mengatakan bahwa taubat nashuha adalah taubat yang sesudah taubat itu tidak mengulangi berbuat maksiat, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Ada lagi yang mengatakan bahwa taubat  nashuha adalah taubat yang mewariskan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi pelakunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.