PWNUBALI.OR.ID | Gianyar – “Syari’at Ilmu hakikatnya adalah menolak yang buruk dengan kebaikan. Salah satunya dengan mendekat kepada ulama dan terus ngaji.” Begitu yang disampaikan Gus Rifqil Halim dalam Ngaji Kader yang digelar pada kemarin, Sabtu (28/01).
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Yayasan Pendidikan Bintang Sembilan Desa Pering Tojan tersebut dihadiri langsung oleh segenap jajaran pengurus PCNU Gianyar, MWCNU se-Kabupaten Gianyar, serta pengurus Lembaga dan Banom NU Kabupaten Gianyar. Kegiatan ngaji bersama tersebut dimulai dengan selepas sholat maghrib berjama’ah yang juga diikuti oleh puluhan warga NU kabupaten Gianyar.

Gus Rifqil Halim dalam kesempatan tersebut menyampaikan mengenai kajian syarah Kitab Qonun Asasi yang banyak membahas mengenai Syariat Ilmu termasuk adab orang berilmu.
Beliau menyampaikan diantaranya bahwa seorang yang beragama menurut Imam Harowi adalah seseorang yang mampu menggunakan akal dan ilmu dengan seimbang termasuk ketika menyamarkan perdebatan. Karena seringkali yang terjadi dalam perdebatan bukan lagi memfokuskan pada penyampaian kebenaran melainkan untuk pengakuan menang dan kalah.

“Dakwah yang baik itu seperti dakwah para walisongo. Tidak perlu pakai dalil Al-Quran maupun hadist secara langsung, tapi lakukan dengan lemah lembut dan penuh toleransi sehingga apa yang kita dakwahkan mengenai hati mereka dengan baik.”
Gus Rifqil juga menambahkan bahwasannya seorang yang berilmu harus berbicara segala sesuatu sesuai dengan pengetahuannya. Tidak boleh semena-jena berbicara mengenai dalil Al-Quran tanpa ilmu yang baik. Bahkan disebutkan, perlu menguasaj 15 cabang Ilmu untuk dapat mempelajari isi Al-Quran diantaranya Ilmu Nahwu dan Shorof.








