Ngaji Kader NU di Gianyar; Gus Rifqil Sampaikan 12 Poin

PWNUBALI.OR.ID | Gianyar – Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kabupaten Gianyar menggelar Ngaji Kader bersama Gus Rifqil Halim dalam rangka menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Bertempat di Yayasan Pendidikan Bintang Sembilan, Pering, Gianyar, acara Sabtu malam, 28 Januari 2023 berlangsung dengan khidmat dan antusias sejak pukul 19.00 WITA – selesai.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kesempatan tersebut segenap jajaran Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziah PCNU Gianyar, pengurus MWC NU Gianyar, Pengurus Banom dan Lembaga NU di Gianyar serta para kader Nahdlatul Ulama Gianyar.

Dok. Gus Rifqil sampaikan materi Ngaji Kader

Instruktur Wilayah PD PKPNU Bali, Gus Rifqil Halim menyampaikan 12 Poin penting Syarah Kitab Qonun Asasi sebagai bekal Kader NU di Gianyar.

Gus Rifqil sapaan akrabnya, menjabarkan secara rinci dan berharap dapat menjadi pegangan dalam meningkatkan militansinya di Nahdlatul Ulama.

Adapun 12 Poin tersebut diantaranya adalah;

1. Berbicara Segala sesuatu Sesuai dengan Kapasitas

2. Jangan semena mena berbicara Alquran kalau tidak menguasai 15 cabang ilmu, diantaranya Asbabun nuzul nahwu dan shorrof.

3. Yang dimaksud dengan Syariat ilmu adalah menolak yang buruk dengan kebaikan

4. Seseorang yang beragama harus menggunakan akal / Otak dan ilmu ( Imam Harowi)

5. Imam Al Maturidi : Mauidoh hasanah harus nampak lemah lembut dalam menyampaikan kebaikan bukan dengan cara yang kasar

6. Dalam melakukan kebaikan jangan berfikir untung dan rugi

7. NU adalah hadiah dan Allah untuk orang Indonesia yang disadari dengan penuh keberkahan

8. Mengapa Imam Al-Maturidi dan hanya Imam Asyari yang menjadi imam ahlusunnnah karna beliau berdua adalah ulama yang konsen terhadap ilmu ahlussunnah dan menjadi kesepakatan ulama ahlussunnah sedunia

9. Kalau tidak ingin jauh dari allah jangan jauh-jauh dari ulama dan ngaji

10. Menyamarkan dakwah sewaktu waktu harus di gunakan karna mungkin lebih menyentuh seperti dakwah wali songo dan tidak harus dengan Hadist maupun Alquran

11. Menyamarkan perdebatan jangan buat forum karna ketika menggelar forum bukan salah dan benar tpi antara menang dan kalah.

12. Bergaul dengan cara yang baik penuh toleransi karna Ibnu Aitiyah menyampaikan kepada mereka pada saat mereka perkara dengan orang muslim dengan maudoh hasanah tanpa mengacungkan pedang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.