PWNUBALI.OR.ID | Buleleng – Setelah Titik pertama di ujung barat, kecamatan Gerokgak dilaksanakan waktu pagi. Kali ini siang 14.00 dari ujung timur Kabupaten Buleleng, Kecamatan Kubutambahan memulainya dengan menamam pohon sawo di Masjid Mamba’ul Huda sebagai symbol perjuangan ulama.
“Penanaman pohon Sawo ini adalah sebuah simbol perjuangan satu barisan dengan beliau (ulama) saat kali pertama mendirikan NU, maka dari itu kita menanam pohon sawo sebagai symbol satu barisan di kegiatan ini..” Ucap ketua pelaksana Karim Abraham Sabtu, 27 Januari 2023.

Ia juga menjelaskan bahwa symbol ini beserta kegiatan kirab panji NU 100 KM merupakan bagian dari ungkapan syukur kepada Allah SWT karena Nahdlatul Ulama (NU) sudah genap berumur seratus tahun. Kemudian ia berpesan kepada generasi selanjutnya untuk tetap mempertahankan NU kedepannya.
“… Kepada generasi selanjutnya, bahwa nu ini perlu di pertahankan walaupun sudah seratus tahun. Karena dengan ada NU wajah Islam di Indonesia ini moderat, berbeda dengan negara mayoritas Islam yang lain” Ujarnya.

Kemudian ia melanjutkan mengapa begitu penting untuk di pertahankan, lantaran keharmonisan di Indonesia tidak terlepas dari pola pikir keagamaan.
Acara Kirab Panji NU 100 KM yang di selengrakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Buleleng telah berlangsung hari ini, Sabtu 28 Januari 2023. Adapun acara tersebut di ikuti oleh lembaga Banom NU seperti Banser dan lembaga banom lainnya, serta lapisan masyarakat Nahdiyin yang antusias menyambut harlah Nahdlatul Ulama.
Pewarta: Son








