Pesan Kopertais XIV Mataram untuk STAI Denpasar; Harus Mencetak Sarjana Moderat 

Dok. Sekretaris Kopertais XIV Mataram, Dr. H. Nazar Naamy, M. Si memberikan sambutan

 

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar Bali menggelar Wisuda Mahasiswa yang ke X bertempat di Ballroom hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, Bali, Sabtu 10 Desember 2022.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 61 Mahasiswa dari program studi Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam dinyatakan telah selesai menempuh pendidikan S-1 dan berhak bergelar sarjana.

Sejumlah tokoh turut hadir menyaksikan pemindahan tali toga tanda bahwasanya para mahasiswa telah lulus dan siap terjun di masyarakat.

Dok. Ketua STAI Denpasar menyampaikan sambutan

Dengan wawasan keagamaan dan kebangsaan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di STAI Denpasar, Ketua STAI Denpasar, Jumari, S.P, M.Pd.I berharap para mahasiswa dapat menjaga sikap moderat di tengah masyarakat.

“Di masyarakat harus menjaga sikap moderat. Kalau ada hal yang tidak benar jangan terlalu ‘ngegas’. Tapi juga jangan diam-diam saja. Moderat itu artinya mengambil posisi tengah. Tidak ngegas tapi juga tidak diam,” tuturnya.

Senada dengan Ketua STAI Denpasar, sekretaris Kopertais XIV Mataram, Dr. H. Nazar Naamy, M.Si. menegaskan bahwasanya STAI Denpasar harus melahirkan sarjana yang moderat.

Dok. Wisuda sarjana STAI Denpasar ke X

“STAI harus melahirkan sarjana-sarjana yang moderat. Yang komitmen kebangsaan cinta tanah air tidak diragukan lagi. Dengan kemajemukan Bali pasti rasa cinta tanah air tidak diragukan di STAI Denpasar,” pesannya.

H. Nazar Naamy menjelaskan empat indikator moderat diantaranya adalah komitmen kebangsaan, rasa toleransi, mengakomodir budaya lokal serta anti kekerasan.

“Tidak boleh alumni sarjana STAI Denpasar pro terhadap kekerasan dan pro terhadap radikalisme,” tegasnya.

Kopertais XIV Mataram memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang dijalankan STAI Denpasar termasuk rencana membuka program Pascasarjana atau S-2.

Dok. Drs. H. Imam Muhayat MA memimpin doa penutup acara

Hal ini mengingat bahwa STAI Denpasar dapat terus berkembang di tengah kaum minoritas. Sehingga pengembangan sumber daya manusia khususnya yang berkecimpung di dunia Islam tidak perlu jauh-jauh menuntut ilmu.

“Kita akan mendukung sepenuhnya, STAI Denpasar untuk membuka program pascasarjana prodi Pendidikan Agama Islam,” paparnya.

“Supaya pengembangan SDM lslam, guru-guru pendidikan Agama Islam dan praktisi Agama Islam tidak jauh-jauh pergi kejawa untuk melanjutkan studi. Cukup di STAI Denpasar bisa melanjutkan Studi agama Islam,” imbuhnya.

Sementara Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah And.hyp, ST, M.Kes, saat membawakan orasi ilmiah mengingatkan agar institusi agama Islam selalu berinovasi atau modernisasi. Namun demikian tidak lantas meninggalkan sistem tradisional yang sudah mengakar atau local wisdom. Keduanya harus dapat dikolaborasikan.

“Tujuan institusi pendidikan Islam bermuaranya adalah menjadi orang yang bermanfaat untuk agama dan negara,” ucapnya.

Acara wisuda ditutup secara resmi oleh Senat STAI Denpasar, Drs. H. Mahrusun, M.Pd.I dan diakhiri dengan doa yang bawakan oleh Drs. H. Imam Muhayat, M.A.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.