NU Bali Berduka, Ulama kharismatik serta Mustasyar PWNU Bali, KH. Achmad Qosim Berpulang

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Suasana duka menyelimuti umat muslim di pulau Bali khususnya Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali. Pasalnya Ulama Kharismatik di tanah Dewata sekaligus Mustasyar PWNU Bali, Drs. KH. Achmad Qosim, M.Pd.I berpulang ke Rahmatullah, hari Minggu, 18 September 2022 pukul 02.10 WITA.

Haji Qosim, panggilan akrabnya merupakan tokoh Ulama yang sederhana serta memiliki semangat yang luar biasa. Selain terkenal karena keilmuannya, beliau juga terkenal karena cara dakwahnya yang santun dan menyenangkan. Duka mendalam disampaikan dari Ketua Tanfidziah PWNU Bali, KH. Abdul Azis, S.Pd.I.

Bacaan Lainnya

“Keluarga besar Nahdlatul Ulama Bali, kehilangan sosok orang tua, kiai karismatik, bijaksana, pengayom, penyejuk, humoris, banyak jasa dalam perjalanan PWNU bali, semoga Allah membahagiakannya bersama syafaat Nabi Muhammad sollallahu alaihi wasallam,” tuturnya.

Lahir di Magelang, 7 November 1950, suami dari Nyai Hj. Asiyah tersebut dikaruniai empat orang anak yang masing-masing juga menjadi tokoh muslim di Bali. Beliau juga merupakan kakak dari Drs. Saifuddin Zaini, seorang tokoh serta Ketua MUI Kota Denpasar.

Meski diusia yang tidak muda lagi, beliau tetap aktif dan semangat diberbagai organisasi, majelis taklim dan mengajar di beberapa perguruan tinggi. Mulai dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, Undiknas, STIMI Handayani dan Poltekom.

Beliau merupakan sosok yang suka dengan ilmu, mencari ilmu dan berbagi ilmu. Salah satu ilmu yang ditekankan adalah ilmu bahasa Arab. Karena menurutnya, Bahasa Arab adalah bahasa Rasulullah SAW serta bahasa Surga.

Beberapa pesan beliau tentang ilmu diantara adalah:

1. “Belajarlah sungguh-sungguh! Sebab jika kamu telah menjadi pemimpin maka belajar akan terganggu. Jadi mumpung masih muda maka belajarlah sepuas-puasnya dan seluas-luasnya,”.

2. “Ilmu itu seperti binatang buas, agar jinak ikat dengan tali yanag kuat maka mencatat adalah cara mengendalikannya,”

3. “Belajar bahasa Arab itu penting. Bahasa Arab adalah bahasa pokok umat Islam. Seperti bahasa Al-Qur’an, Bahasa Hadist, Bahasa Rasulullah SAW dan Bahasa Surga,”

4. “Ilmu itu akan bertambah jika diajarkan sedangkan harta akan berkurang jika dibelanjakan,”

5. “Sebagai generasi penerus maka belajarlah yang sungguh-sungguh supaya dapat ilmu melebihi kami yang sudah sepuh,”

Pesan-pesan tersebut disampaikan pada tahun 2017 silam, melalui wawancara Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Penulis Mahasiswa STAI Denpasar – Bali.

Semoga beliau, KH. Achmad Qosim diberikan tempat yang Mulia disisi Allah SWT. Kami bersaksi beliau orang yang baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.