FGD BEM INSTNUBA; Dampak Kenaikan BBM Untuk Masyarakat Serta Solusi Kedepan

dok. FGD Bem Istnuba Dampak Kenaikan BBM

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Forum Group Diskusi (FGD) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains dan Tekhnologi Nahdlatul Ulama Bali (BALI) mengusung tema “Dampak Kenaikan BBM Terhadap Kehidupan Mahasiswa” berjalan dangan lancar dan menarik.

Kegiatan yang dilaksanakan di RM Wistara, Jalan Mahendradata, Denpasar Rabu malam, 14 September 2022 tersebut mengundan berbagai elemen mahasiswa mulai dari  Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAI Denpasar), Universitas Mahendradata, dan Universitas Mahasaraswati. Selain itu hadir pula organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Udayana dan Universitas Mahasaraswati juga hadir dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI Denpasar.

Bacaan Lainnya

Fahrur Roszy selaku BEM ISTNUBA menyebutkan “Tujuan dibuat nya forum ini adalah agar mahasiswa bisa berpikir kritis dan mengaspirasikan suara-suara nya tentang isu – isu yang terjadi pada saat ini. Serta menjadi forum untuk menambah wawasan dan berbagi pengetahuan lebih luas antar mahasiswa satu dengan mahasiswa laninnya”. Ucapnya.

dok. FGD Bem Istnuba Dampak Kenaikan BBM

Forum ini menghadirkan Bapak Muhammad Yoga Prabowo Sales Branch Manager Pertamina Provinsi Bali, dan Ibu Iswahyuni, S.P, M.MA Dosen Jurusan Ekonomi Syariah di STAI Denpasar.

Pak Yoga, sapaan akrabnya memaparkan berbagai pertimbangan hingga muncul kebijakan kenaikan harga BBM, salah satunya adalah naiknya harga minyak mentah.

“Terdapat banyak acuan pertimbangan dalam kenaikan harga BBM. Pertama, naiknya harga minyak mentah atau minyak bumi, hal tersebut menyebabkan kurangnya persedian minyak mentah khususnya di negara Indonesia sehingga kegiatan impor minyak harus dilakukan. Yang kedua, pemerintah melalui kementerian keuangan mengungkapkan bahwa anggaran negara sudah tidak dapat menanggung biaya subsidi. Sehingga harga bahan bakar minyak (BBM) harus dinaikkan karna akan membebani APBN ditahun mendatang,” paparnya.

“Tentu dari pihak Pertamina memiliki beberapa solusi untuk membantu meringankan beban masyarakat seperti, menerapkan kebijakan Subsidi Tepat dengan mendata masyarakat, sehingga penyaluran BBM tepat sasaran.” imbuhnya.

Sementara Iswahyuni menyampaikan dari hasil pengamatannya terhadap bagaimana tipe mahasiswa dalam membiayai kehidupan dan juga pendidikan, yang menghasilkan tiga tipe mahasiswa dalam membiayai kehidupan dan pendidikan.

“Pertama, tipe mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pendidikan. Kedua, mahasiswa yang dibiayai oleh orang tau atau wali, dan yang Ketiga mahasiswa yang membiayai kehidupan dan pendidikannya sendiri dengan bekerja,” kata Dosen STAI Denpasar tersebut.

Lebih lanjut Iswahyuni menyampaikan kepada mahasiswa agar dapat untuk kreatif, tidak konsumtif berlebih, serta mengurangi bepergian yang tidak perlu sehingga dapat menghemat BBM.

Yoga juga menambhakan bahwa pihaknya sangat terbuka dan siap mewadahi inovasi yang bermanfaat dari para mahasiswa. Setidaknya ada kurang lebih 203 SPBU dan pangkalan LPG yang diharapkan dapat diurus bersama-sama.

Terakhir terkait isu adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang belum pasti kepada siapa ditujukan, Salahsatu peserta dalam forum tersebut menyampaikan bawa. “Pemerintah harus menghitung ulang anggaran BBM tersebut agar diterima oleh kalangan masyarakat dan mahasiswa. Dan adapun kebijakan yang ditutur kan ialah“ Memperhitungkan lembaga – lembaga yang belum atau tidak maksimal untuk dikaji ulang”. tandasnya

 

Penulis : Anggi Kominfo ISTNUBA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.