Pesantren Ramadhan PWNU Bali; Perdana di Bali

Dok. Kegiatan Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H / 2022 M

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Pentingnya memberikan pemahaman Aswaja An-Nahdliyah khususnya kepada para pemuda generasi Aswaja harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan. Hal itulah yang melatarbelakangi terselenggaranya Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H selain juga untuk mengenalkan kepada pada anak tentang sekilas bagaimana menjadi santri sebagaimana di Pondok Pesantren.

Ketua panitia Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H/2022 M, Ahmad Ainul Yaqin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari mulai tanggal 4 – 8 April 2022. Selama lima hari para santri akan diberikan materi tentang Nahwu, Bahasa Arab, Taklim Muta’alim, Safinatunnajah, Aqidatul awwam serta materi khusus yaitu Khitobah untuk melatih santri tanpil percaya diri di hadapan masyarakat.

Bacaan Lainnya
Dok. Ahmad Ainul yaqin Ketua Panitia Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H / 2022 M

“Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H merupakan program perdana yang diselenggarakan oleh PWNU Bali dan akan menjadi program yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan. Tahun ini kami membuka kuota untuk 20 santri dengan harapan materi yang diberikan dapat benar-benar diserap dan dipahami dengan baik,” paparnya.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Nur Yasin, M.Pd.I, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Pesantren Ramadhan PWNU Bali tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif sebagai edukasi dan berharap kedepan bisa jauh lebih banyak membuka kuota untuk para santri.

“Sebagai edukasi dalam jangka waktu 5 hari perlu ada target khusus sebagai penekanan, sebagaimana NU ada ciri khas khusus yaitu Aswaja. Mudah-mudahan di awal yang baik ini mampu mendapatkan sesuatu yang baik dan manfaat untuk masyarakat,” paparnya saat pembukaan Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H, Senin (4/8) kemarin.

Dok. Kegiatan Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H / 2022 M

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bali yang membidangi Lembaga Dakwah NU, H. Yunus Naim dalam sambutannya menyampaikan dalam kegiatan Pesantren Ramadhan menonjolkan pendidikan karakter dan semangat keindonesiaan.

“Kita harapkan bisa memberikan makna yang besar untuk pendidikan karakter. Sehingga diharapkan setelah mengikuti pesantren kilat mendapatkan ilmu yang tambah, ilmu yang lebih dari guru-guru yang memiliki sanad keilmuannya. Beda dengan belajar melalui google yang sanad keilmuan belum jelas,” kata Beliau.

“Kita orang Indonesia yang beragama islam, Bukan sekedar orang islam yang ada di Indonesia maka Semangat-semangat Indonesinya ditonjolkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, H. Yunus membuka acara secara resmi dengan mengalungkan secara simbolis nametag peserta sebagai tanda bahwa semua telah menjadi Santri Pesantren Ramadhan PWNU Bali.

Dok. Kegiatan Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H / 2022 M

Sampai dengan hari ketiga ini acara berlangsung secara hikmat dan para santri mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Para orang tua santri sebenarnya sangat antusias dengan adanya kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut. Namun karena terbatas kuota dan waktu maka kami belum bisa menampung,” kata Ahmad Ainul Yaqin, Ketua Panitia Pesantren Ramadhan.

“Beberapa orang tua bahkan ada yang bertanya, “kenapa hanya lima hari? Saya kira sampai akhir ramadhan,”. Ada juga yang minta kuota lebih,” Imbuhnya.

Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H/2022 M merupakan yang pertama kali diselenggarakan. Semoga menjadi awal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses