Usai Hadiri Konbes GP Ansor XXV; Ketua PW Ansor Bali Ingatkan Qonun Asasi KH. Hasyim Asyari

Dok Ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim (kiri), Ketum PP Ansor, KH Yaqut Cholil Qoumas (tengah). Sekretaris PW Ansor Bali, H. Suraji (kanan)

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Konbes GP Ansor XXV di Banjarbaru Kalimantan Selatan telah usai hari ini, Jumat 1 April 2022. Keputusan-keputusan organisasi ditetapkan untuk di pedomani. Delegasi dari setiap Provinsi mempersiapkan diri kembali ke daerah maning-masing.

Ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim dalam akun sosial medianya menyampaikan bahwasanya ada beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi oleh kader dari arahan Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas

Bacaan Lainnya

“Bahwa organisasi harus kuat, tahan uji dalam segala situasi. Oleh karenanya kader harus solid, barisan harus rapat, tidak boleh ada celah sedikitpun bagi pihak yang ingin mengganggu kestabilan dan keharmonisan GP Ansor dalam mewujudkan tujuan dan cita-citanya,” papar H. Yunus Naim.

Dok. Ketum PP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan sambutan Konbes GP Ansor XXV

H. Yunus naim mengingatkan kembali dawuh Hadhrotus Syekh Mbah Hasyim Asy’ariy dalam Qonun Asasi, bahwa;

فالإتحاد وارتباط القلوب ببعضها، وتضافرها على أمر واحد، واجتماعها على كلمة واحدة من أهم أسباب السعادة …

Persatuan, keterpautan hati satu dengan lainnya (ikatan batin), saling bantu atas suatu kepentingan bersama (Perkara), kebersamaan dalam satu kata, termasuk sebab utama mewujudkan kebahagiaan (tujuan/kepentingan bersama).

Kemudian beliau menjabarkan dalam konteks organisasi, untuk mewujudkan tujuan GP Ansor setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam internal yaitu;

“Menjaga persatuan diantara kader, diantaranya dengan penguatan struktural. Mempunyai ikatan batin yang kuat, baik antar sesama kader maupun dengan para muassis dan masyayikh Jamiyyah dengan penguatan nilai-nilai spiritual. Saling membantu antar kader. Ibarat satu tubuh, bila salah satu anggota tubuh ada yang sakit, maka tubuh yang lain juga ikut merasakannya dan terakhir Satu suara dalam satu frekwensi.” kata H. Yunus menjelaskan.

Dok. Para delegasi dari berbagai daerah dalam kegiatan Konbes GP Ansor XXV berfoto bersama

Keempat point ini bila diimplemantasikan akan menjadi jargon “SATU BARISAN SATU KOMANDO”.

“Dengan menghormati jargon Satu Barisan Satu Komando maka Kita, Ansor Banser akan menjadi kuat, kokoh, tegak berdiri, tidak mudah goyah oleh angin yang menerpa bahkan badai sekalipun. Salam satu barisan. Salam satu komando,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.