NU Klungkung Berbagi Tahap II, Silaturahmi ke Kampung Islam Gel-gel

Dok. Kegiatan NU Klungkung Peduli

PWNUBALI.OR.ID | Klungkung – NU Klungkung Berbagi tahap kedua bertempat di Masjid bersejah Provinsi Bali, Masjid Nurul Huda Kampung Gel-gel, Klungkung, Bali. Sebagaimana kegiatan sebelumnya di Kampung Kusamba, kegaitan ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial mulai dari berbagi perlengkapan sholat hingga kegiatan meramaikan Masjid yaitu tarawih keliling dan Khotmil Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut segenap Banom dan Lembaga NU Klungkung diantaranya adalah Pengurus Tanfidziyah PCNU Klungkung, PC Ansor Klungkung, PC Muslimat NU Klungkung, PC Fatayat Klungkung, PC Pergunu Klungkung, dan PC JRA team Majapahit Klungkung. Hadir pula tokoh masyarakat yaitu Perbekel desa Gel-gel yang memberikan support atas kegiatan sosial tersebut.

Bacaan Lainnya
Dok. Kegiatan NU Klungkung Peduli

“Dengan momentum bulan penuh berkah ini juga menjadi keberkahan tersendiri bagi PC ANSOR KLUNGKUNG, di dalam kesempatan NU berbagi ini yang di rangkai dengan beberapa kegiatan PC Ansor Klungkung di antaranya Ansor memberikan cindera mata di masjid Nurul Huda Kampung Gel-gel, tarawih keliling dan Hotmil  Alqur’an di gedung serbaguna Kampung Baru Gelgel,” kata Ganang Edi Sunomo, Wakil Ketua PC Ansor Klungkung.

Dalam kegiatan NU berbagi dimotori oleh PCNU Kabupaten Klungkung dengan tujuan semata-mata untuk syiar dan mempererat tali silaturahmi antara struktural  dan kultural NU.

“Agar masyarakat yang notabene Aswaja An-Nahdliyah lebih akrab dan lebih kuat lagi dalam menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi ahlussunah waljamaah Anahdliyah. Karena kita yang berada di dalam struktur organisasi NU secara keseluruhan mempunyai tanggung jawab terhadap lestarinya amalan-amalan atau tradisi-tradisi aswaja yang tidak bertentangan dengan hukum syariat,” kata Sahabat Sunomo sebagai koordinator acara.

Dok. Kegiatan NU Klungkung Peduli

Sunomo menambahkan jika peran dan tanggung jawab NU Struktural adalah membentengi paham-paham radikal dan mengawal Ahlussunah Waljamaah An-Nahdliyah. Pada momentum ini dapat dijadikan sebagai wadah agar para Struktural NU semakin solid dan kuat.

“Ketika apabila ada pihak atau kelompok tertentu menyerang atau menyesatkan atau menyalahkan amalan –amalan jamaah kultural NU ini, maka di sanalah peran kita dan menjadi tanggung jawab NU struktural untuk melindungi dan menjaga jamaah NU kultural, kedepan tidak ada lagi jarak antara struktural dan kultural NU bahkan terkesan kita saling berbagi peran dalam syiar Ahlussunah waljamaah An-Nahdliyah,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.