Pelantikan PR NU dan Muslimat NU Desa Pecatu, Selamat Bertugas

pwnubali.or.id – Pimpinan Ranting NU dan Muslimat NU Desa Pecatu hari ini (16/1) resmi dilantik. Tokoh masyarakat setempat berikan ucapan selamat.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh I Ketut Gede Arta Camat Kuta Selatan, saat menghadiri pelantikan PR NU dan Muslimat NU Desa Pecatu di Masjid Agung Palapa, Pecatu, Badung, Bali.

Bacaan Lainnya

“NU di hati saya, keluarga saya. NU tidak pernah lupa Selama saya bertugas di Kuta selatan, sosial umat banyak membantu saya. Semisal Pak camat mohon bawakan ambulance, jam 12.00 Ambulan sosial umat sudah di sana,” Katanya.

“Muslimat pecatu ada bidang UMKM dan agrobisnis. Kita keliling ke rumah-rumah, Saya menitipkan ke ibu-ibu ini. Kita bisa berkolaborasi membangun di desa Pecatu. Selamat melaksanakan tugas,” imbuhnya.

Ketua PCNU Kabupaten Badung, H. Aap Syafruddin Muslich menyampaikan dalam sambutannya merasa dirinya tergugah akan keseriusan warga Nahdliyyin membentuk struktural NU di tingkat desa.

“Keseriusan niat warga Nahdliyyin menjadi pengurus struktur NU di tingkat desa yang mana disebutkan, saya tergugah. Bahwasanya NU tidak hanya amaliyah, biar tidak terombang-ambing tapi rasanya nano-nano. Ketika kita dibutuhkan NU malah lebih condong pribadinya. NU jelas dan besar, karena yang menjadi pelopor Nahdlatul Ulama,” paparnya.

H. Aap juga menambahkan bahwa pengurus NU di semua tingkatan, termasuk ranting NU Desa Pecatu siap mendukung program pemerintah demi pembangunan daerah masing-masing.

“Siap mendukung program pemerintah. Dan tentunya seluruh elemen ketika sudah dilantik buatkan rapat biar kebagian kerja. Agar tidak seperti kemarin, satu hari rapat (langsung) corona. Bekerja lillahita’ala,” imbuhnya.

Rois Syuriah PCNU Badung, KH. Faisol Tantowi mengingatkan kepada pengurus yang telah dilantik agar serius mengurus NU, tidak sebatas mampang nama.

“Namanya ditulis di NU, namanya terpampang, tapi setelah dilantik tidak pernah ngurus di NU, ini rugi. Kalau yang bukan pengurus, ngurus NU dengan cara amaliyah Nahdlatul Ulama, lestarikan tahlilan,” tuturnya.

Menurutnya NU itu merawat budaya, menjaga NKRI dan mendakwahkan islam dengan rahmah.

“Karena NU itu merawat budaya, toleran
Negara yang aman dan rukun. Bagi yang baru dilantik, menyebarkan islam ahlussunnah waljama’ah,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.