KH Mahrusun; Pendidikan Pesantren Memiliki 5 Karakter Kuat Bekal Hadapi Global

Tangkapan Layar H. Mahrusun Dalam Live Dialog LTNNU Bali

pwnubali.or.id – Pimpinan Wilayah Lembaga Ta’lif Wan Nasr NU Provinsi Bali, Selasa (26/10) kemarin menggelar live dialog bersama para pakar dan tokoh agama membahas tentang pendidikan pesantren dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2021. kegiatan tersebut bertempat di Homely House basecampe kedua PW LTNNU Provinsi Bali di Jalan Labak VI, Tegal Harum, Kecamatan. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80119.

Dalam kesempatan tersebut menghadirkan sejumah pakar dan tokoh mulai dari Ketua LP Ma’arif NU Provinsi Bali, Sulaimi, M.pd., Wakil Rois Syuriyah PWNU Bali, Drs. KH. Mahrusun, M.Pd.I dan Team Creative Media PW LTN NU Provinsi Bali, Ahmad Ainul Yaqin. Lebih menarik dalam acara tersebut karena dipandu oleh Host dari Ketua IPPNU Provinsi Bali, Saidah Husnia, S.Pd.

Bacaan Lainnya

Acara dialog tersebut bernama Wisnu, (Wawasan Inspiratif NU) yang tayang setiap Selasa Malam dengan tema dan narasumber yang berbeda-beda. Malam kemarin tema yang diangkat adalah ” Relevansi Pendidikan pesantren Hadapi era Globalisasi” dengan harapan dapae memberikan gambaran secara umum pendidikan pesantren dari para pakar dan tokoh tersebut. Selain mengundang sejumlah tokoh, acara tersebut dimeriahkan oleh group Hadrah Remaja Musholla Al-Ikhlas Hubbun Nabi serta trio nasyd dari Bertiga.

Acara dibuka dengan hiburan Nasyd dari group Bertiga dilanjutkan group Hadrah Hubbun Nabi, sebelum di buka secara resmi oleh Host, Kak Nia.

tangkapan layar live dialog LTNNU Bali dari FP PWNU Bali

Ketua LP Al-Ma’arif NU Provinsi Bali, Sulaimi menyampaikan beberapa strategi Lembaga Ma’arif dalam menghadapi era Globalisasi atau Digitalisasi. Pihaknya memperbanyak melakukan pelatihan kepada para tenaga pendidik untuk diimplementasikan kepada sekolah.

“Guru-guru harus berubah dari zona nyaman ke zona digitalisasi. Sehingga para guru perlu meningkatkan kompetensi seperti program peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Al-Ma’arif,” paparnya.

Wakil Rois Syuriah PWNU Bali yang juga menjadi sebagai Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi NU Bali, H. Mahrusun menyampaikan bahwa pendidikan pesantren memiliki bekal yang dapat gunakan berbagai zaman. Pendidikan Pesantren memiliki pengaruh yang besar dalam mengarungi zaman.

” Pendidikan pesantren memiki karakter yang kuat dalam beberapa hal ada; pertama mereka diajari sopn santun, tata krama dan akhlak mulia. Kedua, karakter santri memiliki sifat mandiri, menyiapkan segala sesuatu sendiri, alumni santri mandiri dan istiqomah. Ketiga santri memiliki kecintaan kepada sesamanya atau kepedulian sehingga dikaitkan kebhinekaan mereka telah tebiasa, terbiasa dengan teman-teman berbeda suku, budaya dan sebagainya,” papar pria yang juga menjabat Ketua MUI Provinsi Bali tersebut.

“Kemudian karakter yang kuat seorang santri yang keempat adalah disiplin. Selama 24 jam berada di lingkungan pondok, selalu dalam bimbingan dan pengawasan. Terbiasa bersama orang lain sehingga memiliki kematangan yang tinggi. Dan teakhir kelima karekter yang kuat adalah bersahaja dan hidup sederhana. Mereka tidak teralalu gengsi, dimasyarakat pekerjaan apapun asal halal enjoy saja, tidak neko-neko. Lembaga pendidikan pesantren lembaga yang bagus, baik sekarang maupun dimasa mendatang,” imbuh beliau.

Behind scene Live Dialog LTNNU Bali

Ahmad Ainul Yaqin, mewakili santri milenial dalam paparanya menyampaikan bahwa pendidikan pesantren kini telah mengalami banyak peningkatan dan terus meningkatkan kebutuhan mengikuti perkembangan zaman tanpa mengubah tradisi atau karakter dari pesantren itu sendiri. Sehingga menurutnya pendidikan pesantren tetap relevan digunakan era saat ini bahkan yang akan datang.

“Pesentren juga mengajarkan banyak hal tidak hanya ilmu agama tapi disana hadir juga beberapa pelatihan dari dasar mulai dari komputer, karena dulu pesantren tidak memiliki fasilitas lengkap tapi sekarang hampir semua pesantren memiiki fasilitas yang memadai untuk perkembangan teknologi internet, dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana santri itu bisa mengembangkan potensi dalam dirinya,” kata Pemuda yang aktif di AISNU Jawa Tengah tersebut.

Yaqin juga berpesan kepada para santri agar terus menggali potensi dalam dirinya. Jangan karena lulus pesantren kemudian merasa paling pinter dan terus menggali apa bisa di dapat dari luar pesantren.

“Menjadi seorang santri tidak mengenal batas. Santri harus punya prinsip, harus terus belajar jangan sampai terputus,” tandasnya.

Pukul 22.00 Wita acara resmi ditutup dengan iringan lagu dari Group hadrah Hubbun Nabi dan Nasyd Bertiga. Acara tersebut di dukung pula oleh Homely House, Cahaya TV, Zaleena Make Up, G.g Drink, Rekanita Digital dan NU Normal Cafe.

selengkapnya
https://www.facebook.com/pwnuballi/videos/389706026169265

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.