Menyambut 1 Muharram 1442 H, PW Pagar Nusa Bali Gelar Doa dan Tausyiah Kemerdekaan

0
178

PWNUBALI.OR.ID |

Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H merupakan salah satu tradisi penting di lingkungan Nahdlatul Ulama, pembacaan doa akhir dan awal tahun menjadi ritual tetap selain pembacaan surat Yaasiin dan istighotsah.

Begitu pula PW. Pagar Nusa Bali. Segenap pengurus wilayah dan beberapa pengurus cabang Badung, Denpasar, dan Gianyar berdoa bersama untuk menyambut Tahun Baru Islam di gedung PWNU Bali, Rabu (19/8).

Pengajian menyambut 1 Muharram 1442 H sore itu dimulai tepat pukul 18.00 Wita diawali dengan mujahadah/istighotsah bersama, lalu dilanjutkan dengan membaca doa akhir tahun. Kemudian setelah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan membaca doa awal tahun.

Dalam kesempatan sore itu, Ustadz Asy’ari Muslich Ketua PW Pagar Nusa Provinsi Bali juga mengajak seluruh anggota dan undangan yang hadir untuk bersama-sama membaca amalan “Yaa Jabbar, Yaa Qohhar”.

“Dengan munajat Yaa Jabbar Ya Qohhar, kita berharap semoga Alloh SWT tetap melindungi Nahdlatul Ulama, baik ulamanya, ghiroh perjuangannya, fikrohnya, organisasinya dari golongan/kelompok orang yang ingin merusak NU baik dari dalam apalagi dari luar,” jelasnya.

Menurut Ustadz Asy’ari, pembacaan ‘Yaa Jabbar Ya Qohhar” ini terkait dengan kegiatan KONFERWIL VII PWNU Bali yang akan diadakan dalam waktu dekat, agar dapat berjalan dengan baik dan sukses sesuai harapan seluruh warga Nahdliyyin Bali.

Kegiatan yang dihadiri pula oleh jajaran Tanfidhiyyah dan Syuriyyah PWNU Bali tersebut juga diisi dengan Tausyiah Kemerdekaan yang disampaikan oleh KH. Abdul Azis Ketua PWNU Bali.

KH. Abdul Azis (Ketua PWNU Bali) menyampaikan Tausyiah Kemerdekaan

Dalam tausyiahnya, Ketua PWNU Bali menyampaikan 2 hal yaitu; Pertama, Sejarah berdirinya NU melalui perjuangan para ulama terutama syaikhona Kholil bangkalan yang menitipkan beberapa hal kepada KH . Hasyim Asy’ari melalui Kiai As’ad, diantaranya tongkat, tasbih dan amalan yaa Jabbar yaa Qohhar. Kedua, tentang perjuangan Rasulullah Saw saat melakukan hijrah, sebagai pengingat sekaligus pemicu semangat perjuangan terlebih di Nahdlatul Ulama.

Setelah ditutup dengan do’a oleh sesepuh Pagar Nusa Bali H. Zaimuri, acara dilanjutkan dengan penugasan anggota dari seluruh cabang Pagar Nusa Bali sebanyak 5 orang setiap masing-masing cabang sebagai petugas keamanan khusus dalam kepanitian Konferwil mendatang.

Reportase: LTN NU Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.