Rayakan Dies Natalis ke-1, ISTNUBA Kilas Balik Sejarah Pendiriannya

0
272

PWNUBALI.OR.ID | 

Pada 21 Agustus 2019 menjadi tonggak sejarah berdirinya Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA). Surat Ijin Operasional Perguruan Tinggi yang telah disahkan oleh Kemenristekdikti diserahkan langsung oleh Menristek Prof. Dr.  Ir. Muhammad Nuh kepada Ketua PWNU Bali KH. Abdul Azis bertempat di Gedung PWNU Bali waktu itu.

Jum’at malam (21/8), segenap sivitas akademika ISTNUBA bersama jajaran pengurus PWNU Bali merayakan Dies Natalis ke-1 (hari lahir) perguruan tinggi kebanggaan warga NU Bali tersebut.

Acara dikemas dengan sederhana dan terbatas di lantai II gedung PWNU Bali yang sekaligus kampus ISTNUBA, mengingat masih dalam masa Pandemi.

Seperti biasa acara diawali dengan sambutan ketua panitia sekaligus Ketua Senat Mahasiswa ISTNUBA M. Rosuli yang menyampaikan keyakinannya bahwa mahasiswa ISTNUBA akan dapat menjadi generasi penerus perjuangan pendiri NU dalam bidang pendidikan, khususnya sains dan teknologi.

Sedangkan Jujun Juanda selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam sambutannya berharap agar kebijakan kampus terhadap mahasiswa lebih bisa ditingkatkan, sehingga para mahasiswa dapat memiliki kesempatan untuk mengekspresikan kreatifitas, minat dan bakatnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Abdul Azis Ketua PWNU Bali menceritakan awal mula berdirinya ISTNUBA.

“Lahirnya ISTNUBA tak lepas dari hasil jerih payah para pengurus PWNU Bali. Sedangkan  para mahasiswa adalah pejuang ISTNUBA,” ujarnya.

Menurutnya, Mahasiswa angkatan pertama ini patut berbangga, karena akan tercatat sebagai mahasiswa perintis lahirnya ISTNUBA.

“Mahasiswa menjadi semangat seluruh jajaran pengurus PWNU Bali dan Rektorat untuk terus mengembangkan kualitas perguruan tinggi kebanggaan kita ini, tegasnya lagi.

Di akhir sambutannya H. Azis mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ISTNUBA akan mengusahakan gedung baru sebagai kampus. Dengannya dirinya merasa optimis ISTNUBA akan dapat terus berkembang dan maju.

Selanjutnya H. Samsul Hadi SE, MPdI selaku Rektor ISTNUBA  mengatakan bahwa peringatan Dies Natalis ke-1 ISTNUBA ini adalah untuk mengingat kembali perjalanan lahirnya ISTNUBA.

H. Samsul Hadi (Rektor ISTNUBA) mengawali Shalawat Nabi sebelum memotong tumpeng

“Kelahiran ISTNUBA harus kita syukuri, jika mengingat perjuangan para pendirinya. Tim pendiri ISTNUBA tercatat mengadakan sebanyak 288 kali rapat dalam proses pemenuhan persyaratan untuk mendapat ijin pendirian perguruan tinggi dari Kemenristekdikti,” kenangnya.

Beberapa program yang telah dicapai juga disampaikan oleh H. Samsul, antara lain program Bidik misi yang telah didapat oleh 19 mahasiswa ISTNUBA angkatan pertama.

“Dies Natalis ini sebagai penyuntik semangat bagi kita semua untuk bersama memajukan ISTNUBA,” pungkasnya.

Acara malam itu selain dihadiri jajaran PWNU, Rektorat, dosen dan mahasiswa, turut pula dihadiri beberapa tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Miftachul Rochman tokoh pemuda dari kalangan NU yang banyak mensuport kegiatan mahasiswa ISTNUBA dalam berbagai kegiatan.

Penampilan Mahasiswa/i ISTNUBA

Musikalisasi Puisi dari mahasiswa/i menjadi acara berikutnya, yang dilanjutkan dengan doa penutup oleh H. Mahrusun yang juga adalah Wakil Rektor I ISTNUBA, lalu disusul dengan pemotongan tumpeng serta kue diiringi pembacaan shalawat Nabi bersama seluruh hadirin.

Reportase: LTN NU Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.