Jalani Masa Karantina 14 Hari dan Dinyatakan Sehat, Santri Sukorejo Asal Bali Diperkenankan Pulang

PWNUBALI.OR.ID | MANGUPURA

Setibanya di Terminal Mengwi, para santri yang pulang dari pondok tempatnya menuntut ilmu di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo ke daerah asalnya masing-masing di Denpasar dan Badung ini mendapat penangan khusus.

Prosedur penanganan kondisi darurat COVID-19 mengharuskan mereka menjalani pemerikasaan suhu tubuh oleh petugas kesehatan dari dinas kesehatan Pemkab Badung.

Tidak hanya itu, kemudan mereka masuk ke bilik disinfektan yang sudah disediakan untuk sterilisasi dari kemungkinan adanya virus. barang bawaan dari bagasi bis pun semuanya disemprot dengan cairan disinfektan oleh Satgas NU Peduli COVID-19 yang hadir membantu kedatangan mereka.

Sterilisasi barang bawaan santri asal Bali yang tiba dari PP Sukorejo

Proses penanganan ini dilakukan secara terpadu oleh Satgas COVID-19 Badung, BPBD dan tentunya Satgas NU Peduli COVID-19 Bali.

H. Warta Sandhy selaku Korlap Satgas NU COVID-19 memberikan pengarahan langsung kepada para santri diatas bis saat baru tiba.

“Kalian semuanya sehat, tapi tetap ada prosedur yang harus dijalani saat ini. Agar dipahami bahwa ini adalah untuk kebaikan kita bersama, diri kalian, keluarga, dan masyarakat Bali.” jelasnya kepada para santri.

Kemudian H. Warta melanjutkan, “Setibanya di rumah kalian masing-masing, jangan kemana-mana selama 14 hari ke depan, lakukan isolasi mandiri. Jika merasa kurang sehat segera kasih tau orang tua agar menghubungi kami atau call centre yang sudah diberikan agar segera diperiksa.”

Kepulangan santri-santri ini sebagaimana diketahui adalah himbauan dari pemerintah pusat yang memberlakukan proses pembelajaran secara daring di seluruh sekolah demi mencegah penyebaran virus di lingkungan sekolah.

Sebelum mereka pulang ke Bali, Pondok Pesantren Sukorejo telah melakukan isolasi terhadap para santri selama 14 hari, dimana mereka tidak diperkenakan berinteraksi dengan orang luar bahkan dengan orang tuanya masing-masing.

Setelah masa karantina 14 hari tersebut, dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat untuk dapat melakukan perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing.

Reportase: Dadie W. Prasetyoadi (LTN NU Bali)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.