Empat Pesan Kunci Kesuksesan Kiai Kholil As’ad Syamsul Arifin

0
693

PWNUBALI.OR.ID | BADUNG, Peringatan Hari Besar Islam menjadi kebanggan tersendiri bagi umat muslim, biasanya mensyukurinya melalui acara kesosialan dan keagamaan yang berupa pengajian. Mendengarkan ceramah-ceramah para Kiai untuk kesadaran diri menjadi hamba yang lebih baik.

Seperti acara pengajian yang diadakan oleh Organisasi Kemasyarakatan Santri Ahlussunnah Waljama’ah (Sahmasy) yang bekerjasama dengan MWC NU Kuta, Badung, dihadiri oleh KHR. Kholil putra pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Dakwah Kiai Kholil yang lebih menekankan pada shalawat agar tersambung pada Nabi Muhammad menjadi keutamaan tersendiri. Pengikutnya telah tersebar hampir se-Nusantara.

Peringatan Tahun Baru Islam 1441H bersama Kiai Kholil As’ad di Badung, Bali

Pada kesempatan ini, Kiai Kholil berdakwah tentang empat kunci kesuksesan dalam hidup, baik dunia maupun akhirat. Pertama, semua hal yang akan dilakukan mesti diniatkan kepada Allah.

“Janganlah memulai, berbuat kecuali untuk ridho dan disenangi Allah,” pesan dalam ceramahnya di Badung, Bali, (5/9).

“Kedua, jangan berteman dengan orang yang tidak mendekat kepada Allah. Ketiga, bertemanlah dengan orang yang bisa membuat gairah dan senang menyembah Allah,” terusnya.

“Karena untuk merasakan nikmat, segar kepada Allah itu tidak mudah. Jadikanlah puncak dari tujuan kita hanya kepada Allah,” lanjut pesannya.

Terakhir, agar tidak tinggal ditempat yang dimurkai oleh Allah.

“Menghindari dari sesuatu yang dimurkai Allah,” katanya.

Selain itu, Kiai Kholil berpesan agar untuk terus bershalawat dan mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad, agar hati menjadi nikmat dan lembut. Seperti yang telah dialami para sahabat-shabat Nabi. Awalnya mereka (para shabat-red) hatinya keras dan Jahiliah, tapi setelah dekat dengan Nabi, akhlaqnya baik dan taat kepada Allah.

“Karena ketika dekat dengan Nabi, nyambung dengan Nabi, sehingga merasakan nikmatnya perintah Allah,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebagai antar sesama manusia agar saling mendoakan, tidak hanya mementingkan diri sendiri. Jangan menjadi orang yang pelit dalam berdoa, karena doa tidak bermodal.

“Tiap hari ketemu dengan temannya, ketemu dengan istrinya, tapi tidak pernah mendoakan, berarti gombal, tidak sampai kepada Allah,” dawuhnya lagi.

Dalam berdoa, dianjurkan sambil bershalawat, baik diawal, tengah, dan akhir. Karena dengan shalawat, Allah akan lebih melihat shalawat kita, yakni Nabi Muhammad.

“Makanya ada gunung masuk surga, anjing masuk surga, dikarenakan mereka dekat dengan kekasih-kekasih Allah,” pungkas Kiai Kholil.

(Subhan)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.