Sarasehan dan Silaturahmi PWNU Bali, hadirkan 1000 Da’i dan Ta’mir Masjid se-Bali

0
271
Sambutan Ketua PWNU Bali KH, Abdul Aziz

PWNUBALI.OR.ID – Bertempat di Ballroom 100 Sunset Hotel Kuta, PWNU Bali gelar Sarasehan dan Silaturahmi Khotib, Da’i, dan Ta’mir Masjid/Musholla se-Bali Minggu (31/3).

Hajatan PWNU Bali beserta seluruh Banom dan Lembaganya kali ini bertujuan mendialogkan maraknya politisasi masjid/musholla jelang pilpres 2019 yang akan berlangsung dalam hitungan hari lagi. Mencegah digunakannya tempat ibadah sebagai ajang kampanye praktis sesuai peraturan KPU, yang berpotensi merenggangkan hubungan antar sesama jama’ah karena berbeda pilihan.

Kegiatan siang itu sekaligus sebagai upaya PWNU Bali dalam berpartisipasi menciptakan suasana kondusif menjadikan Bali tetap aman dan damai, khususnya bagi warga Nahdliyin dengan melibatkan seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) di setiap kabupaten/kota di Bali.

Setiap PCNU mengirimkan peserta dari seluruh masjid/musholla di Bali tak kurang bertotal 1000 orang ditambah jajaran pengurusnya untuk menghadiri dialog dengan narasumber Ketua PBNU KH. Abdul Manan yang langsung didatangkan dari Jakarta.

Seperti biasa acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, dan lantunan lagu Indonesia Raya serta Ya lal Wathon yang diikuti seluruh hadirin dengan bersemangat, lalu dilanjutkan laporan H. Ahmadi S.H. selaku ketua panitia kali ini.

KH. Abdul Aziz menyambut para hadirin dalam sambutannya sebagai Ketua PWNU Bali dengan harapan agar kegiatan ini dapat menjadikan masukan bagi para pengurus masjid dan khotib bagaimana menangkal upaya-upaya kelompok yang berusaha merusak keharmonisan antar warga Nahdliyin melalui hoax yang berisikan fitnah dan ujaran kebencian baik melalui media maupun lewat ceramah-ceramah yang berbungkus kegiatan agama di lingkungan masing-masing.

Selanjutnya Rais Syuriah PWNU Bali KH. Noor Hadi Al Hafidz pada sambutan kedua turut menyampaikan sedikit tentang hasil Bahtsul Masa’il Munas & Konbes Ulama sebelum secara resmi membuka acara siang itu dengan do’a.

KH. Abdul Manan yang disamping sebagai Ketua PBNU, juga adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan materi pembekalan kepada para peserta yang hadir selama lebih dari satu jam. Inti dari apa yang disampaikan adalah, bagaimana para pengurus masjid dan da’i ini dapat mengembalikan fungsi masjid/musholla sebagaimana mestinya yaitu sebagai tempat beribadah, pendidikan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta pemberdayaan ummat dalam segala bidang.

Dalam sesi tanya jawab, dialog yang dimoderatori oleh Wakil Ketua PWNU Bali H. Samsul Hadi ini diisi oleh pertanyaan-pertanyaan peserta dari berbagai kabupaten, terkait tentang Islam Nusantara, maraknya berita tentang tenaga kerja asing, dan juga bagaimana langkah membendung doktrin-doktrin khilafah yang ada di lingkungan masing-masing yang walaupun telah resmi dilarang di Indonesia, namun masih saja melakukan kegiatan sosialisasi di masyarakat secara diam-diam. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab oleh Kyai Manan secara rinci satu persatu dan mengatakan bahwa PBNU ke depan akan bekerja sama dengan PWNU Bali melalui pelatihan-pelatihan lanjutan untuk para ta’mir dan da’i di Bali.

(dad)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.