LTN PWNU Bali akan Mengkader Jurnalis dan Penulis yang Saleh/Salehah

Denpasar, di zaman yang serba sosial media ini, telah menjadikan hidup seolah tak ber-Tuhan. Karena saat ini sistem kehidupan telah dikontrol dan dikuasai sosial media. Bagaiamana tidak, skenario nasib kehidupan sepertinya telah ditentukan dan diarahkan oleh media. Orang mau menjadi kaya berbondong-bondong kerja melalui social media. Orang mau menjadi pemimpin atau berkuasa harus dengan media. Orang mau menjatuhkan lawan dan musuh dengan pedang media. Orang tak bersalah bisa dihukum karena media. Orang yang pantas dihukum menjadi bebas berkeliaran karena media. Orang yang bejat menjadi dihormati dan berwibawa karena media. Orang yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang laksana nabi yang diikuti oleh umat manusia. Seorang pencuri besar dicium tangannya karena media. Dan masih banyak kasus lainnya.

Namun, sosial media tidak akan berpengaruh apa-apa jika tidak dikerahkan dengan ungkapan kata. Tentu, kata yang ada di media tidak sembarang kata yang disusun, pasti ada tujuan dan maskud tertentu, sebagaimana kasus di atas. Artinya, sosial media sangat bergantung pada kata yang disusun lalu diposting, entah itu status di facebok atau berita, opini dan artikel di situs-situs media. Nah, disinilah peran seorang jurnalis dan penulis akan menentukan sosial media bisa memberi pengaruh atau tidak. Hanya saja pengaruh yang terjadi di sosial media saat ini ternyata diwarnai oleh jurnalis dan penulis yang memiliki ambisi birahi. Mereka tidak mau tahu apa yang ditulis atau diberitakan di social media akan berdampak negatif dan mudharat bagi masnyarakat.

Oleh karena itu, pada hari Jumat (31/03) kemaren pengurus LTN PWNU Bali (Lajnah Ta’lif wa Nasr) mengadakan pertemuan untuk melaksanakan workshop jurnalistik. Tujuannya dalah mengkader jurnalis dan penulis yang saleh-salehah, yaitu jurnalis yang menulis berita sesuai fakta dan mampu menyeleksi berita yang baik dan pantas dibaca masyarakat, dan penulis yang mampu menuangkan ide, gagasan dan ilmunya untuk berdakwah yang rahmatan lil’alamin melalui tulisan.

Kegiatan yang diberi nama “Workshop Jurnalistik ” dengan tema “Menggali Potensi Pena Dakwah Generasi NU Bali”, direncanakan pada tanggal 23 April 2017. Semoga rencana pelaksanaan kegiatan ini seiring kehendak dan rido Allah, serta penuh manfaat dan barokah khsusnya bagi masyarakat Bali. (Taufik Maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.