Tasyakuran Harlah NU ke – 99 dan Doa Bersama, Ketua PWNU Bali Ingatkan Perjuangan Muasis Lebih Berat dari Saat Ini

Dok. Kegiatan Tasyakuran Harlah NU ke 99 dan Doa Bersama oleh PWNU Bali

pwnubali.or.id | Denpasar – Memasuki satu Abad Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali menggelar syukuran dan doa bersama di Sekretariat PWNU Bali, Jalan Pura Demak 31. Banjar Buagan, Pemecutan Klod, Denpasar Barat Bali, Ahad pagi 20 Februari 2022.

Mengangkat tema “Doa Bersama untuk kebangkitan Bali dan Keselamatan Bangsa” Ketua PWNU Bali KH. Abdul Azis, S.Pd.I berharap, PWNU Bali dapat lebih aktif dan istiqomah dalam memberikan manfaat kepada NU dan kepada Masyarakat.

“Perjuangan kita dalam bingkai Nahdlatul Ulama, Secara umum harus bersyukut kepada Allah swt karena sudah hampir memasuki 1 abad kalender hijriyah. Jarang ada organisasi sampai satu abad. Banyak tantangan yang telah dilalui para pendahulu kita, dimana organisasi ini berproses melalui beberapaa organisasi hingga menjadi Nahdlatul Ulama saat ini,” paparnya saat memberikan sambutan.

Dok. Kegiatan Tasyakuran Harlah NU ke 99 dan Doa Bersama oleh PWNU Bali

H. Azis menambahnya bahwasanya tantangan yang dashyat telah dilalui bersama dan itu tidak mudah. Namun demikian menurutnya apa yang telah pengurus saat ini lakukan belum ada apa-apanya di bandingkan perjuangan para Muasis Nahdlatul Ulama terdahulu.

“Kita diberikan kekuatan Allah (untuk mengabdi di NU) bukan karena kecerdasan atau kemampuan tapi tidak terlepas Muasis Ulama kita mendoakan sejak NU belum lahir sampai yang akan datang bahkan sampai akhir,” tuturnya.

“Kami malu kita di organisasi ini tanpa melakukan sesuatu untuk organisasi. Maka dari itu saya mohon doa restu sejak awal. Kalau tidak meninggalkan sesuatu akan berdosa setelah purna periode ini,” imbuhnya.

Pria asal Jimbaran Badung tersebut menyampaikan pula bahwa saat ini PWNU Bali memiliki program unggulan yang nantinya dapat dinikmati oleh para generasi penerus. Program tersebut pendidikan ISTNUBA dan pengembangan gedung dakwah dan pendidikan PWNU Bali.

Dok. Kegiatan Tasyakuran Harlah NU ke 99 dan Doa Bersama oleh PWNU Bali

“Tantangan sampai detik ini, bahwa mendirikan ISTNUBA tidak mudah baik perjuangan dan pembiayaan. Upaya-upaya yang kita lakukan dari pengurus dan banyak Pengorbanan, kelak ISTNUBA akan jadi ke banggaan kita bersama,” kata H. Abdul Azis.

“Perjuangan tidak sampai disana, Di periode kami berupaya bagaimana kedepan bisa memiliki peninggalan untuk penerus (Gedung pendidikan dan dakwah PWNU Bali),” imbuhnya.

Diketahui untuk membeli tanah tersebut, PWNU Bali harus membayar 3,4 Miliyar. Pihaknya menyampaikan telah membayar 1 M dari 3.4 M tersebut dan paling lambat akhir bulan ini harus melunasi kepada pemilik 2,4 M.

“Ini tidak mudah namun dengan dukungan sekalian kepada pengurus maka tidak menutup kemungkinan dan saya meyakini selama doa terpanjatkan sesepuh kyai maka akan ada jalan persoalan ini,” tegas H. Azis.

“Impian besar kita tanah segera lunas dan dibangun. Tidak sekdar beli tanah dan semoga segera terbangun minimal 3 lantai. Kami mendorong kepada pengurus untuk meninggalkan program yang bisa ditinggalkan untuk anak cucu kita,” tandasnya.

Dok. Kegiatan Tasyakuran Harlah NU ke 99 dan Doa Bersama oleh PWNU Bali

Acara doa bersama diawali dengan pembacaan Istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah PWNU Bali, KH. Noor Hadi Alhafiz dan doa dipimpin oleh Drs. KH. Saifuddin Zaini, M.Pd.I. Sementara pemandu acara dipimpin oleh Drs. Saifuddin Aziz selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bali.

Segenap jajaran Syuriah, Tanfidziyah hingga Mustasyar PWNU Bali hadir dalam kesempatan tersebut. Tidak ketinggalan segenap Banon dan Lembaga NU Provinsi Bali turut hadir memajatkan doa untuk kemasalahatan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses