PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Ketua PBNU Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan, Dr. KH. Mohammad Faesal, MH. M.Pd menghadiri kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali di Hotel Oranjje, Minggu 3 September 2023 kemarin dengan memberikan amanat kebhinekaan.
Pria yang juga aktif sebagai pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut memberikan apresiasi terlaksananya Rakerwil PWNU yang disertai dengan pengukuhan Lembaga-lembaga PWNU Bali. Beliau menitipkan pesan agar PWNU Bali menjadi pilar dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama dengan pemerintah Bali.
“PWNU Bali harus menjadi garda terdepan bersama pemerintah provinsi Bali untuk menjadi pemersatu, pembimbing dan pengayom masyarakat agar tidak mudah terpecah belah karena maraknya fitnah dan hoax di sosial media,” kata Dr. Muh Faesal dengan tegas.

Dr. Faesal menambahkan bahwa kondisi bangsa saat ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak terutama NU. Pemerintah dan NU harus saling bersinergi demi kemaslahatan masyarakat.
“Saya yakin kita semua paham sekarang kondisi bangsa kita luar biasa. Tugas kita mendukung dan membantu tugas-tugas pemerintah provinsi Bali,” tandas Dr. M. Farsal.
Senada dengan Dr. Faisal, Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., turut hadir dan memberikan pesan kepada PWNU Bali. Dalam sambutannya Cok Ace menitipkan pesan kepada masyarakat khususnya NU Bali agar merawat keberagaman yang ada di Bali.
“Berharap PWNU mampu merawat keberagaman dan kemajemukan Indonesia agar lestari. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan secara umum dan Bali yang kita cintai,” pesan Wakil Gubernur Bali.

Menurutnya, PWNU Bali selama ini telah mengemban tugas-tugas yang mulia untuk Masyarakat dan bangsa khususnya di Bali. Sehingga peran NU sangat vital dalam membangun keberagaman di Bali.
Ketua PWNU Bali, KH Abdul Azis, S.Pd,I dalam sambutannya menyampaikan bagaimana kedekatan PWNU Bali dengan pemerintah khususnya Gubernur Bali yang terjalin baik selama ini. Pihaknya bahkan tidak jarang menggelar diskusi ringan non formal dengan Gubernur Bali terkait bagaimana menghadapi persoalan yang berkembang saat ini.
“Terimakasih kepada pak Wagub, dihadapan para kiai NU dan para tokoh provinsi Bali kami sampaikan bahwa bentuk perhatian beliau sangat luar biasa. Apa yang diberikan kepada NU Bali insyaallah memberikan maanfaat besar,” tandas H. Azis.

Acara pembukaan Rakerwil dan Sosialisasi Sistem Kaderisasi ditutup dengan doa yang di pimpin oleh Rois Syuriah PWNU Bali, KH. Noor Hadi Alhafis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., Ketua PBNU Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan, Dr. KH. Mohammad Faesal, MH. M.Pd, Forkominda Bali, Danrem, Ketua FKUB Indonesia Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua MUI Provinsi Bali, Drs. KH. Mahrusun, M.Pd.I, Majelis Dewan Adat, Majelis Agama, Serta segenap tokoh Masyarakat, Tokoh Internal Nahdlatul Ulama dan Tokoh Organisasi Masyarakat Bali lainnya.








