Gelar Rakerwil 2023, PW Ansor Bali Prioritaskan Setiap Cabang Membuat Sekretariat

Dok. Kegiatan Rakerwil Ansor Bali

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Wilayah guna memaksimalkan program kerja baik tingkat Wilayah, Cabang hingga ke masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan, Jl. Raya Mengwi Km. 14, Mengwitani, Mengwi, Mengwitani, Badung, Kabupaten Badung, Bali.

Sekretaris PW Ansor Bali, H. Suraji, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Rakerwil merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah satu tahun sekali. Rakerwil tahun ini membahas program masing-masing Pimpinan Cabang serta penguatan sistem administrasi.

Bacaan Lainnya
Dok. Kegiatan Rakerwil Ansor Bali

Ketua PW GP Ansor Bali, H. Yunus Naim, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan perlunya menggelar Rakerwil agar terjalin sinergitas program baik dari Pusat, Wilayah dan Cabang.

“Ini sebagai pedoman atau bekal bagi pengurus yang akan datang agar terarah dan tersinergi program wilayah dan cabang. Kita menyarankan sahabat dari Pimpinan Cabang mengusulkan programnya masing-masing untuk evaluasi. Bisa jadi program cabang berjalan namun wilayah tidak jalan begitupun sebaliknya. Maka kita mencari solusi terbaik,” paparnya.

Lebih lanjut, H. Yunus memberikan contoh penguatan ekonomi yang telah lama menjadi program dari oleh Gerakan Pemuda Ansor, di Bali baru PC Ansor Badung yang mempu menjalankan.

“Contoh ekonomi, ini perlu penguatan. Bahkan mendengar PAC wilayah Badung sudah membuat ritel kecil-kecilan, ini sangat luar biasa bagus. Disini kita bisa sharing. Hal seperti ini bisa ditiru Cabang yang lain. Bisa jadi antar daerah beda kondisi wilayah,” kata H. Yunus.

Dok. Kegiatan Rakerwil Ansor Bali

Selanjutnya sahabat ketua menekankan pentingnya administrasi. Perlu ada penertiban administrasi agar organisasi tertata dengan baik. Administrasi yang dimaksud adalah terkait surat-menyurat serta penyebutan dalam struktur organisasi Ansor.

“Masalah administrasi, surat-menyurat antar daerah atau antar PC konsepnya beda, modelnya beda, font juga beda padahal sudah ada standarisasinya,” ujar H. Yunus.

“Kemudian dalam penyebutan sering kali kita mendengar kata “Sekjen” itu kurang tepat karena kata “Sekjen” hanya untuk di Pimpinan Pusat, selebihnya cukup Sekretaris saja,” imbuhnya.

Terakhir H. Yunus menekankan agar masing-masing cabang membuat program pengadaan sekretariat. Hal ini sangat penting untuk menunjukan eksistensi serta memudahkan koordinasi dengan berbagai stakeholder.

Dok. Kegiatan Rakerwil Ansor Bali

“Saya harapkan sahabat-sahabat merencanakan program yang realistis. Apabila seandainya sulit dijalankan maka mungkin masuk prioritas kedua. Di beberapa PC belum ada sekretariat, termasuk di PW Ansor sendiri masih gabung dengan sekretariat PWNU Bali. Ini kita harapkan sekretariat menjadi hal yang prioritas,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.