Seminar Santri Talk LKPP PP IPPNU; Ciptakan Ruang Aman Belajar Bagi Pelajar Santri Putri

Dok. Semiant Santri Talk PP IPPNU Pra Pelantikan

PWNUBALI.OR.ID | Jakarta

Belakangan ini rentetan kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren semakin marak terjadi. Untuk itu, Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar seminar pelajar Santri Talk dengan tema : Ciptakan ruang aman belajar bagi santri Putri, Senin (30/01). Seminar ini merupakan rangkaian dari pelantikan PP IPPNU

Bacaan Lainnya

Hazimatul Layyinah Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) Pengurus Pusat (PP) IPPNU menunjukan data dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIKPada tahun 2022) bahwa terdapat 1.512 aduan yang masuk ke LBH Apik Jakarta. Angka tersebut meningkat drastis jika dibandingkan tahun 2021 yaitu sebanyak 1.321 kasus. Tercatat dari total pengaduan yang masuk, kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 1.185 dan non kekerasan terhadap perempuan 322 kasus. Tentu hal tersebut dapat menimbulkan dampak psikis dan fisik kepada korban.

“Dan hal yang paling mengerikan dari terbongkarnya kisah kekerasan seksual tersebut ialah ruang kejadian dan pelakunya; yaitu orang-orang yang seharusnya melindungi justru menjadi pelaku, dan peristiwa itu terjadi di dalam rumah dan ruang untuk menuntut ilmu” terang yiyin.

Yiyin, sapaan akrabnya menyebutkan dalil-dalil yang menyatakan bahwa perempuan adalah sumber fitnah, tubuhnya mengundang maksiat; sehingga harus ditutupi rapat-rapat. Hal tersebut digunakan sebagai alasan ketidakamanan perempuan, seolah terbantahkan dengan adanya kisah tersebut.

Dirinya menjelaskan, dengan dalil dalil demikian akan menyebabkan korban tidak memiliki keberanian untuk menyuarakan kasusnya. Hal tersebut akan berimbas pada susahnya penanganan terhadap kekerasan seksual itu.
Oleh karenanya, LKPP PP IPPNU ingin membantu untuk menyuarakan keterbepihakan terhadap korban agar mendapat jalan keluar dengan segera. Harapannya Semakin banyak yang bersuara dan diketahui oleh publik, maka semakin cepat pula kasus kekerasan seksual dapat ditangani,” imbuhnya.

Menurutnya, cara pencegahan lain yang dapat dilakukan dalam ruang lingkup pesantren adalah pemberian pemahaman pendidikan tentang kekerasan seksual dan bullying, membentuk satgas anti kekerasan dan bullying dengan melibatkan santri, menyuarakan kampanye perlawanan anti kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren, membentuk pos pengaduan, dan para stakeholder terkaitm wali santri, psikolog, dan layanan kesehatan terlibat secara aktif dalam menindaklanjuti kasus kekerasan seksual dan bullying.

LKPP PP IPPNU dalam programnya saat ini menyediakan konseling untuk para pelajar putri seluruh Indonesia, fokus edukasi terhadap kesehatan mental, kasus kekerasan seksual, juga kasus bullying. Selain itu juga turut mengisi konten konten dan kampanye mengenai kesehatan mental, kasus kekerasan seksual, juga kasus bullying. Hal ini dapat diakses melalui Instagramnya LKPP PP IPPNU yaitu @ruangpelajar.id

“dengan adanya program ini, ketua Umum PP IPPNU Whasfi Velasufah berharap seluruh rekanita IPPNU dapat turut menyuarakan hal hal yang terjadi di wilayahnya, juga ruangpelajar.id juga dapat diakses dan dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai tempat bagi pelajar menyampaikan keluh kesah, sharing, dan memberikan informasi lainnya” Tutup Vela

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.