PWNUBALI.OR.ID | Buleleng – Sebagai ujung tombak sebuah organisasi, Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (SATKORCAB BANSER) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Buleleng laksanakan Pengkaderan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR), di desa Pejarakan, Buleleng, sejak Jumat hingga Ahad, 2-4 September 2022.
Diklatsar merupakan pintu gerbang utama pangkaderan kader ansor yang ingin berkhidmat di BANSER sebagai Badan Semi Otonom Gerakan Pemuda Ansor. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang mencakup kenuan, keaswajaan, kebanseran, keansoran hingga bela negara.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng Sahabat Abdul Karim Abraham optimis Kader Gerakan Pemuda Ansor usai mengikuti pendidikan ini akan benar-benar siap menjadi kader militan yang berkhidmat menjaga Ulama, Bangsa dan Negara.
Kegiatan ini di ikuti oleh 117 peserta yang terdiri dari kader Ansor Internal Buleleng serta dari Luar Buleleng, Bali. Adpun Tema Diklatsar angkatan kedua Kabupaten Buleleng dibekali dengan penguatan Moderasi Agama.
Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Buleleng Komandan Tohari menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi embrio munculnya tambahan Banser yang terdidik dan terlatih serta lulus kaderisasi formalnya.

“Kami berharap kedepan banyak lahir pasukan pasukan Banser yang terdidik, terlatih dan resmi secara legalitas formal sesuai pedoman organisasi” Ungkapnya.
Dalam kesempatan ini di hadiri langsung oleh Pejabat Kabupaten Buleleng di antara nya Kasatpol Pamong Praja Kabupaten Buleleng, Forkompimda Kabupaten Buleleng, Camat Gerokgak, Muspika Kecamatan Gerokgak, PW GP Ansor dan Kasatkorwil Banser Provinsi Bali, Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Buleleng, ketua MWCNU Kecamatan Gerokgak, Ketua PC GP Ansor Se-Bbali, Ketua PAC GP Ansor se-Buleleng, Badan Otonom NU tingkat Cabang, Perbekel Desa Pejarakan, Bendesa Adat Pejarakan, Kelian Banjar Dinas Marga Garuda Desa Pejarakan, Ketua Pecalang Desa Adat Pejarakan, Tokoh Agama serta Masyarakat setempat.
Penulis. Hardiansyah








