Kemenag Kabupaten Gianyar Ajak Berikan Edukasi Perkawinan Untuk Pasangan Calon Pengantin

Dok. Kegiatan Bimbingan Perkawinan untuk Pasangan Calon Pengantin

PWNUBALI.OR.ID | Gianyar – Kementrian Agama Kabupaten Gianyar menggelar program kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin usia menikah bertempat di Hotel Rejuvination Buruan pada Minggu kemarin (27/03). Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya untuk memberikan edukasi mengenai perkawinan pada para remaja usia menikah dan atau calon pengantin.

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Oka Yusa Manuaba S.H., M.Si. diikuti tak kurang dari 30 remaja usia menikah. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag kabupaten Gianyar menyampaikan pentingnya bimbingan perkawinan diperlukan untuk dapat membangun keluarga yang harmonis. Sehingga nantinya dapat menekan angkat perceraian dan KDRT.

Dok. Kegiatan Bimbingan Perkawinan untuk Pasangan Calon Pengantin

“Dalam memilih pasangan, sepatutnya calon pengantin jangan hanya melihat dari tampilan fisik saja. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dari EQ dan IQ pasangan agar kelak perkawinan yang dijalani bahagia dan kekal di hadapan Tuhan yang Maha Esa.” paparnya.

Materi perkawinan yang disampaikan melalui banyak sudut pandang, baik sudut pandang agama, sudut pandang psikologis dan sudut pandang hukum Islam dan negara. Di akhir sesi juga disertai praktek pelaksanaan perkawinan secara langsung dengan subjek-subjek perkawinan seperti wali, penghulu, calon pengantin dan skema pelaksanaan akad nikah.

Dari data yang ada di Komisi Perempuan dan Anak Bali, sejak 2021 tercatat ratusan perceraian yang terjadi dan beberapa diantaranya terdapat alasan KDRT. Angka perceraian ini meningkag dari data tahun sebelumnya. Bahkan sebenarnya angka perceraian yang ada di lapangan bisa jadi lebih tinggi daripada yang tercatat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.