MUSKERWIL II PWNU Bali 2020 Fokuskan Potensi Kaum Milenial NU

PWNUBALI.OR.ID |

PWNU Provinsi Bali gelar MUSKERWIL (Musyawarh Kerja Wilayah) ke- II dengan tema “Mengembangkan Potensi Nahdlatul Ulama Era Milenial” bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali (8/3). Acara diawali oleh penampilan Paduan Suara dari mahasiswa/mahasiswi Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) yang  dilanjutkan dengan suguhan tari Indang dari Padang.

Pembukaan MUSKERWIL ke-II ini dihadiri oleh beberapa undangan, diantaranya Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet selaku Ketua FKUB Nasional serta H. Bambang Santoso anggota DPD-RI Perwakilan Bali. Sedangkan peserta MUSKERWIL ini terdiri dari perwakilan setiap PCNU seluruh Bali serta pengurus Lembaga dan Banom di bawah naungan PWNU Bali.

Seperti disampaikan oleh ketua panitia Drs H. Saefuddin Zaini M.Pd.I dalam sambutannya bahwa, diadakannnya MUSKERWIL ke-II ini, disamping sebagai kewajiban setiap periode kepengurusan yang minimal dilakukan sebanyak dua kali, juga sebagai kegiatan evaluasi program organisasi yang selama ini telah dilakukan sehingga agar dapat dimaksimalkan hingga akhir periode pada bulan Juni 2020.

“Selain itu, sesuai tema kali ini, diharapkan agar NU Bali dapat menyikapi era milenial ini dengan sebaik mungkin di sisa waktu periode ini, khususnya untuk menyiapkan kader-kader terbaiknya dari kalangan milenial dalam kepengurusan periode-periode selanjutnya,” tambahnya.

MUSKERWIL KE-II dibuka langsung oleh H. Abdul Aziz selaku Ketua PWNU Provinsi Bali. Sebelum membukanya secara resmi, ia berpesan,” Umat Islam tersebar di seluruh pelosok Indonesia tak terkecuali di Bali. Oleh karenanya, umat Muslim khususnya warga Nahdliyyin Bali harus senatiasa memberikan contoh kerukunan di Indonesia.”

“Dan tidak mudah terhasut oleh berbagai berita hoax khususnya yang berakibat memunculkannya perpecahan antar umat beragama,” tegasnya.

Hal ini senada dengan yang dikatakan sebelumnya oleh Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nasional sebelumnya.

“Agar kita semua memegang teguh apa yang telah diajarankan para pendiri dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Ida Penglingsir. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.