Ketua PITI Bali: Gus Dur Bagi Warga Tionghoa Adalah Pahlawan

0
360

PWNUBALI.COM | DENPASAR

Kedatangan Mulyono Lee, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Bali ke kantor PWNU Bali di jalan Pura Demak II/31 Denpasar.  diterima langsung oleh Ketua PWNU Bali KH. Abdul Azis beserta beberapa pengurus harian, Jum’at siang (27/12).

Maksud serta tujuan Ketua PITI ini adalah menyambung silaturahmi dengan organisasi Nahdlatul Ulama sebagai sesama ormas keagamaan Islam di Bali, setelah sebelumnya dalam acara “festival Ronde” yang diadakan oleh PITI Bali, pengurus PWNU Bali datang secara resmi sebagai undangan.

Dalam pertemuan siang itu banyak hal yang dibicarakan mengenai program-program kegiatan kedua organisasi tersebut, serta melihat kemungkinan bagaimana suatu saat dapat berkolaborasi dalam sebuah kegiatan bersama. Khususnya dalam bidang keagamaan dan budaya.

“Gus Dur bagi kami warga Tionghoa di Indonesia, tidak saja yang beragama Islam, dianggap sebagai seorang pahlawan, karena banyak kebijakannya yang mengakomodir budaya leluhur kami sehingga akhirnya dapat diterima sebagai salah satu komponen budaya Indonesia, seperti Perayaan Imlek,” ungkap Mulyono.

Karena hal tersebut, maka tidak heran bahwa sejarah ikatan emosional antara warga Tionghoa dengan Nahdlatul Ulama sangat kuat walaupun tidak selalu terlihat.

Ketua PITI Bali berfoto bersama Ketua dan beberapa pengurus PWNU Bali

Ketua PWNU Bali, KH. Abdul Azis menyambut baik dengan mengatakan, “Memang seharusnya kita sebagai sesama warga di Bali sangat perlu menjalin komunikasi agar selalu dapat bersinergi bersama-sama merawat keberagaman.

Menurut KH Abdul Azis, biasanya gesekan-gesekan yang muncul di masyarakat yang berkaitan dengan masalah SARA sebenarnya hanya karena kurangnya komunikasi yang terjalin. Ini menyebabkan mudah terjadi kesalah pahaman antar kelompok yang berdampak negatif bagi kelangsungan kehidupan bermasyarakat.

“Jika ada permasalahan di tingkat grassroot, akan mudah menanganinya jika ormas-ormas memiliki jalur komunikasi yang intens dan harmonis sebelumnya, jadi sebelum itu meluas dan berdampak negatif dapat segera ditangani dan diselesaikan,” jelasnya.

Selain itu Mulyono yang merupakan Ketua PITI Provinsi Bali keempat sepanjang sejarahnya berdiri di Bali, di akhir pertemuan menyampaikan bahwa dirinya melihat kesamaan pandangan dan gerakan antara PITI dan NU tidak hanya dalam bidang keagamaan, tapi juga perhatian terhadap kelestarian budaya. Sehingga dirinya merasa tidak ragu untuk dapat menjalin kerjasama dengan NU dalam berbagai program terkait ke depan.

Reportase: Dadie W. Prasetyoadi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.