Para Kiai Sepuh Temui Kiai Ma’ruf Bicarakan Situasi Bangsa

0
182
dok. Laduni.Id

PWNUBALI.OR.ID – Puluhan Kiai sepuh NU se Indonesia berkumpul di kediaman Wakil Presiden terpilih, Prof.DR. K.H Ma’ruf Amin (KMA) di Komplek Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Selasa, 3 September, 2019.
Para kiai sepuh yang merupakan dewan Mustasyar PBNU itu menemui Kiai Ma’ruf, membahas situasi kebangsaan terkini, selain para Kiai sepuh dari Dewan Mustsyar, Syuriah dan Pengurus Tanfidz PBNU, ribuan kader Ansor- Banser se- Provinsi Banten, juga hadir di Penata, guna menghadiri Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Gerakan Pemuda Ansor ke VII.

“Tadi para Kiai rapat dewan Mustasyar PBNU, membahas sejumlah agenda NU, yakni Muktamar PBNU, persiapan satu abad NU dan berbagai isu keummatan dan kebangsaan. Lebih lanjut tentang isi pertemuan akan disampaikan oleh Kiai Mustofa (Gus Mus),” ujar Kiai Ma’ruf.

Terkait kondisi Papua, Kiai Ma’ruf mengungkapkan, Mustasyar PBNU meminta pemerintah melakukan pendekatan kebudayaan, dengan proporsional dan pertimbangan yang matang. “Seperti Gus Dur juga melakukan pendekatan terhadap Papua dengan pendekatan Budaya. Maka warga Papua sangat simpatik, menghormati Gus Dur dan NU. Karena itu, kami Mustasyar PBNU juga meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk turut melakukan langkah-langkah solutif bagi persoalan ini,” imbuhnya.

Kiai Ma’ruf beri keterangan pers terkait pertemuan

Sementara K.H Mustofa Bisri mengungkapkan, dalam rapat mustasyar PBNU tersebut, pihaknya memberi masukan kepada pengurus Tanfidz dan Syuriah PBNU untuk mempersiapkan Muktamar NU dengan baik juga mempersiapkan satu Abad NU agar bias semakin bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan bangsa ini.

Putra Kiai Ma’ruf, Gus Syauqi Ma’ruf Amin menambahkan, ada sejumlah peristiwa kebangsaan yang melatar belakangi kehadiran para Kiai sepuh dan ribuan kader Ansor-Banser di Tanara ini. Sejumlah kiai sepuh yang hadir, di antaranya, Rais Amm PBNU, K.H Miftahul Achyar, K.H Mustofa Bisri, Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Rembang, K.H Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tgh. Turmudzi dari Nusa Tenggara Barat, Ketua Umum PBNU, K.H Said Aqil Siradj, Ketua GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas, Gus Syauqi Ma’ruf Amin, dan para pimpinan PBNU lainnya, seperti Juri Ardiantoro dan lain-lain.

“Abah sebagai Wapres terpilih, juga meminta saran para kiai atas pelbagai persoalan kebangsaan mutakhir,” imbuhnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.