MTQ XXVII Provinsi Bali; Tanamkan Kerukunan Umat Beragama Sejak Dini di Bali

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII provinsi Bali tahun 2018 digelar di Pusat pemerintahan Kabupaten Badung, mulai tanggal 11-13 Mei 2018 berlangsung meriah dan tuai apresiasi pemerintah setempat. Ajang yang merupakan agenda Kementrian Agama ini, diikuti oleh peserta kontingen dari seluruh kabupaten dan kota se-provinsi Bali. Para peserta sangat antusias mengikuti musabaqah untuk merebutkan tiket menuju MTQ Nasional di Medan, Sumatra Utara kelak mewakili provinsi Bali. Sebelumnya MTQ dilaksanakan tingkat kecematan hingga kabupaten se-Provinsi Bali. Dengan demikian ini adalah ajang para juara di masing-masing kabupatan dan Kota se- provinsi Bali.

Turut hadir dalam acara pembukaan MTQ hari Jum’at (11/5) antara lain; Gubernur Bali diwakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua DPRD Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Ka. Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bali, Kabid Bimas Islam Kementrian RI, Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, Ketua DPRD Badung, Kapolresta Denpasar, Kapolres Badung Kejari Badung, sekda Badung, Kepala SKPD se Kabupaten Badung, Pengelingsir Puri Ageng Mengwi, MUI, FKUB, PWNU BALI, PW. MUHAMMADIYAH dan ratusan tokoh masyarakat serta ribuan pendukung dan simpatisan acara yang jumlahnya tidak kurang dari 5000 orang.

MTQ provinsi Bali tahun 2018 ini mengusung tema tema “membangun insan Qur’ani guna memantapkan jiwa menyama braya”. Mengingat bahwa kondisi masyarakat di Provinsi Bali yang senantiasa menjaga toleransi dan hidup harmonis ditengah perbedaan.

Wartha D. Sandy, SH.

Ketua panitia MTQ provinsi Bali tahun 2018 yang juga merupakan wakil Ketua PWNU Provinsi Bali, Wartha D. Sandy, SH. menyampaikan ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara tersebut. Wartha menyebutkan setidaknya ada 700 orang peserta yang terdiri dari peserta lomba, dewan juri, Offisial, dewan hakim, pengawas dan panitera yang bahu-membahu turut mensukseskan acara akbar tersebut. Tak lupa wartha sampaikan terimakasih kepada Bupati Badung dan Pemerintahan setempat atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Puspem badung dan segala fasilitasnya.

“secara khusus kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati Bali atas diperkenankanya kegiatan ini dilaksanakan di area Puspem Kabupaten Badung dengan segala fasilitasnya. Juga terimakasih kepapa Pimpinan SKPD beserta jajarannya atas kerjasamanya yang baik sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuaai yang di harapkan.” tuturnya

Dalam ajang ini ada 10 cabang perlombaan diantaranya adalah; Musabaqoh tartil qur’an putra dan putri, Tilawah golongan anak-anak, remaja, dan dewasa putra dan putri, Hafal Al-Qur’an putra putri golongan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 Juz, dan 30 juz, Musabaqoh Fahmil Qur’an (cerdas-cermat isi kandungan al-qur’an) putra dan putri, Musabaqoh syarhil Qur’an putra dan putri , Musabaqoh Khottil Qur’an Putra dan putri, Musabaqoh maqolah, festival seni budaya islam bintang vokalis dan Qosidah, Lomba defile kafilah / kontingen, dan terakhir ada lomba mewarnai

“dalam rangka menanamkan tolerasi beragama sejak dini pada anak-anak kita, maka panitia MTQ juga mengadakan lomba mewarnai dan menggambar bagi anak-anak usia dini dengan tema “kerukunan hidup umat beragama”,” terangnya.

Sebelum perlombaan dimulai, acara di buka dengan parade beberapa kontingen dari masing-masing kabupaten/kota. Kemudian dilanjutkan pawai parade dari beberapa kelompok baik itu pengajian (Majelis Ta’lim ibu-ibu) atau komunitas dari Organisasi masyarakat seperti Ikawangi, Pergunu, IPHI dan lain-lain. Acara tersebut dimeriahkan pula oleh Umat kristiani yang juga mengikuti parade. Sementara hiburannya ada kesenian Reog Ponorogo, barongsai, dan Beleganjor.

Selain MTQ dan kesenian, acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai stand bazar. Salah satunya dari LPBI NU dan Laziz-NU. Dengan menawarkan aneka produk-produk NU Bali juga sekaligus memperkenalkan NU Bali beserta Banom dan Lembaganya kepada Masyarakat. Tak lupa LPBI NU menawarkan program koin kepedulian untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam khususnya di Bali.

Dengan ini semoga, dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan umat Islam di pulau Bali sekaligus menumbuhkembangkan budaya toleransi antar umat beragama yang telah terjalin begitu indah di Bali.

(red. dad/MM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.