Di saat paham radikalisme dan liberalisme mengancam umat Islam Indonesia, maka paham moderat harus hadir untuk memberi jalan tengah antara radikalisme dan liberalism. Meski sesungguhnya Islam itu sendiri memang moderat.
Sebagai upaya memberi pemahaman yang moderat kepada masyarakat agar tidak dihantui oleh paham radikalisme dan dibingungkan oleh paham liberalisme, IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah), Banom dan Lembaga PWNU Bali menggelar kegiatan Bedah Buku yang berjudul “Membangun Nalar Islam Moderat” (Rabu,11/04/08).
Kegiatan bedah buku ini dihadiri dan disampaikan langsung oleh penulisnya, Drs, KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Peserta bedah buku yang dihadiri sekitar 200 peserta, juga dihadiri para tokoh masyarakat, khususnya tokoh alumni Pesantren Sukorejo Situbondo dan Pengurus PWNU Bali.
Ustadz Nur Wahyudi sebagai Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan, acara bedah buku ini untuk menangkal paham-paham yang dibawa oleh sekolompok Islam yang ingin merusak paham aswaja. Oleh sebab itu, IKSASS dan PWNU Bali menggelar bedah buku demi menguatkan paham Islam yang moderat yang menjadi ajaran warga NU.
Dari sekian penyampaian yang sangat menarik yang harus dipahami, KH Afifuddin Muhajir mengatakan bahwa watak dasar Islam adalah moderat. Bahkan beliau menegaskan, jika tidak bersikap moderat berarti bukan Islam. (MM)








