Pembangunan RSNU. Sido Waras Banjir Simpati dari Peserta Rakornas III NU Care-LAZISNU 2018

Sragen,

Dibangun di atas lahan seluas total 9000 meter persegi  di Kecamatan Sumbermalang. Bagian depan lahan tersebut merupakan wakaf MWCNU Sumbermalang.

Bacaan Lainnya

Ketua PCNU Sragen KH Ma’ruf Islamuddin mengatakan, “Pembangunan rumah sakit ini sebagai percontohan bagi MWCNU dan PCNU lainnya di samping Gerakan Koin NU, Membuat Rumah Sakit itu mudah, itu program panjang. Dimulai dari klinik dulu, tahu-tahunya besar, berdiri dan bermanfaat untuk umat,” terangnya.

Peletakan batu pertama RSNU Sido Waras Dilakukan oleh Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MU, KH Ma’ruf Amin, Selasa (30/1) sore.

Kiai Ma’ruf berharap pembangunan rumah sakit tersebut cepat selesai agar bisa segera memberikan manfaat.

“Fikrah amaliyah NU adalah berkhidmat memberikan pelayanan kepada umat (khidmatun ummah). Pelayanan kepada publik memudahkan untuk orang-orang yang memerlukan,” kata Kiai Ma’ruf.

Pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan dana yang dihimpun melalui Kotak Infak (Koin) NU. Karenanya Kiai Ma’ruf mengungkapkan rasa bangganya atas semangat warga NU di Sragen melakukan iuran demi terbangunnya rumah sakit NU.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga, dan bangga luar biasa. Di Sragen ini dibangun rumah sakit menggunakan Koin NU,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Ia menyebut apa yang dilakan warga Sragen sebagai contoh yang tiada duanya.

“PCNU Sragen menjadi PCNU terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Karena itu apa yang dilakukan di Sragen menjadi teladan yang dapat ditularkan.

Dikatakan warga NU hendaknya tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain, namun harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. “NU mandiri, negara kuat, Islam akan kuat,” tandasnya.

Ketua PCNU Sragen KH Ma’ruf Islamuddin berharap masyarakat yang menyaksikan peletakan pembangunan pertama rumah sakit NU tidak sekadar menonton atau melihat, namun menyaksikan dalam arti menjadi saksi dan mendoakan agar proses pembangunan berjalan lancar dan cepat selesai.

Ia menjelaskan rumah sakit NU yang dibangun menggunakan dana masyarakat Sragen melalui Kotak Infak (Koin) NU akan diberi nama Sido Waras. Bagian depan lahan pembangunan rumah sakit ini berlokasi di Kecamatan Sumberlawang menempati lahan wakaf dari MWCNU Sumberlawang .

Lahan tersebut ditambah dengan pembelian dengan harga 225 ribu per meter. Nantinya rumah sakit menempati area total 9000 meter persegi yang saat ini masih ditanami tebu. Dari 9000 meter tersebut baru separuhnya yang sudah dibayar. Pembayaran separuh lahan itu pun masih utang.

Kiai Ma’ruf bersama Tim NU Care-LAZISNU Sragen mengakomodir penggalangan dana secara spontan. Penggalangan dana dilakukan dengan menawarkan kepada hadirin untuk membeli sertifikat tanah bakal pembanguan rumah sakit. Masyarakat yang menyumbang dengan nilai minimal Rp225.000, diberikan sertifikat. Masyarakat juga dapat memberikan sumbangan di luar angka tersebut.

Tak sedikit para peserta Rakornas turut berpartisipasi dalam momentum tersebut. Penggalagan dana yang dilakukan dalam lima menit mampu mengumpulkan dana mencapai enam juta rupiah. Menariknya ada seorang peserta yang memberikan cincin emas miliknya.

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang datang tak lama setelah penggalangan tersebut mengapresiasi peserta perempuan yang memberikan cincin emasnya.

“Semangat yang luar biasa dengan menyumbangkan cincin secara spontan,” kata Kiai Ma’ruf Amin saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit NU Sido Waras.

Kejadian tersebut mirip dengan masa Rasulullah saat ada ibu-ibu yang mencopot gelangnya untuk membantu perjuangan Rasulullah. Perjuangan perempuan memang sangat penting mendukung suatu keberhasilan.

“Adanya pejuang perempuan atau perempuan pejuang, semoga rizkinya berkah,” doa Rais Aam mendoakan. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.