Ketua LDNU Bali, Sampaikan Makna Takbir di malam Gerhana Bulan

0
338

Kamis, 1 Februari 2018

Masih seputar shalat Khusuful Qomar, hari Rabu (31/1/2018) kemarin Masjid Al-Falaq Ajendam menggelar sholat gerhana bulan berjamaah dengan menunjuk imam sekaligus Khotib Ketua LDNU Bali, ustadz H. Imadudin, S. Pd.I. Seperti sholat khusuful Qomar berjmaah pada umumnya, usai sholat berjamaah acara dilanjutkan dengan khutbah Khusuful Qomar.

Dalam Khutbahnya, Ketua LDNU Bali menyampaikan makna Takbir dan shodaqah yang benar. Ustadz Imad juga mengkhisahkan bagaimana Rasulullah menangis paling lama karena turunnya surah Ali Imron 190-191.

Menuntut ustadz Imad, makna Takbir yang sesungguhnya adalah “Mengucapkan takbir Allahu Akbar sejatinya bertujuan untuk menanamkan kesadaran dalam jiwa kita bahwa Allah maha besar. Jika seorang lurah dipanggil walikota dalam waktu yang sama juga dipanggil oleh Presiden, maka sudah pasti lurah akan menghadiri panggilan dari presiden. Karena lurah tau, kekuasaan presiden lebih besar daripada walikota. Hakikat dari takbir Allahu Akbar adalah untuk menyadari bahwa Allah maha besar. Jauh lebih besar daripada Presiden maupun walikota.” paparnya.

Karena itu ustadz imad menambahkan, jika mendengar panggil Allah melalui Adzan tidak segera menghadiri panggilan tersebut, tapi malah mendatangi yang lain, maka “yang lain” itu lebih besar dari Allah. “Itu artinya takbir yang diucapkan masih sebatas takbir penghias lipstik, belum sampai meresap dalam hati.” tambahnya.

Ustadz Imad juga menjelaskan bagaimana shodaqah yang benar. Menurutnya shodaqah yang benar bukanlah yang hanya dilakukan saat Bulan Ramadhan saja, bukan saat gajian saja maupun saat jum’at saja. Namun shodaqah yang dilakukan setiap pagi karena Allah swt.

“Shodaqah yang benar adalah shodaqah yang dilakukan disetiap pagi sebagaimana sabda Rasulallah Saw “Dari Abu Hirairah RA. Sesungguhnya nabi Muhammad Saw bersabda “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu diantara keduanya bedoa “Ya Allah berilah ganti bagi orang yang berinfak” sedangkan yang satu lagi berdoa ” ya Allah berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” HR.Bukhari” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.