Maulid Nabi PW Muslimat Bali, Indahnya Kolaborasi Untuk Umat

PERINGATAN Maulid Nabi di Bulan Desember ini dilakukan umat muslim seluruh Indonesia khususnya di Bali. Setiap wilayah di Bali memperingati Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan salah satunya dari Pengurus Wilayah Muslimat Bali yang bekerjasama dengan PW GP Ansor dan Fatayat provinsi Bali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Sudirman Jalan Slamet Riyadi, Dauh Puri, Denpasar kemarin (03/12).

Acara ini mengangkat tema “Memperteguh Islam Ahlussunnah Wal Jamaah” dengan narasumber Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin. M.H.I, pengasuh pondok pesantren Darul Arifin Jember. Acara ini dihadiri sekitar 700 peserta dari seluruh Pengurus Cabang Muslimat se- Bali, pengurus GP Ansor provinsi Bali, Rois Syuriah NU Bali, banom-banom dan lembaga NU provinsi Bali. Turut hadir pula group Qasidah Rebana Majelis Taqlim Ibu-Ibu Ar-Rahman Denpasar sebagai hiburan sekaligus membuka acara maulid tersebut.

Menurut Hj. Sudartini, ketua panitia Maulid Nabi PW Muslimat Bali, acara ini merupakan kolaborasi dari Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, Pengurus Wilayah Muslimat Bali, dan Pengurus Wilayah Fatayat NU. Acara ini disponsori oleh Rumah Makan Ayam Prambanan, Travel Umroh dan Haji Plus Mozaik Sahara Bali, dan Pengurus Wilayah NU Bali. “Kami juga memilih Masjid Agung Sudirman dalam perayaan Maulid Nabi ini karena tempatnya yang strategis, luas, serta menampung seluruh jamaah yang kami undang.” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dra. Hj. Any Haniah, MA selaku Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Bali mengungkapkan bahwa kolaborasi dalam acara memperingati Maulid Nabi ini untuk menambah tali persaudaraan umat NU di seluruh Bali. Dengan adanya kolaborasi, gerakan pemuda Ansor dan Fatayat akan menambah semangat kaula muda dan dapat bersinergi positif untuk gerakan NU selanjutnya.

Any Haniah menambahkan bahwa dengan tema “Memperteguh Islam Ahlussunnah Wal Jamaah” ingin memperlihatkan pada umat muslim bahwa NU dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang dikatakan bid’ah, sebetulnya bukanlah bid’ah. “Seperti yang telah disampaikan oleh Kyai bahwasanya tidak ada masalah dalam melakukan kegiatan tradisi asal sesuai dengan syariat agama.” tangkasnya.

Hal ini mendapat sambutan dan apresiasi yang baik dari H. Samsul Hadi M.Pd.I selaku wakil ketua Pengurus Wilayah NU. Samsul Hadi mengatakan bahwa secara umum acara peringatan Maulid Nabi dengan konsep Tabliq Akbar ini berjalan dengan bagus dan sukses. “Harapannya kolaborasi ini tetap dilaksanakan dan dibarengi aksi-aksi sosial dalam rangkaian Maulid Nabi seperti santunan janda miskin, panti jompo, biasiswa anak miskin, pengobatan gratis, hingga nikah massal yang bertujuan untuk mensejahterakan umat muslim di Bali.” tandasnya. (eva)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.