Ketua PWNU Bali; Melestarikan Tradisi Indonesia Bagian dari Iman

Denpasar, PWNU Bali
Bapak H. Abdul Aziz selaku Ketua Tanfizhiyah PWNU Bali juga menghadiri Pengajian Kemerdekaan, Ahad (13/8). Beliau berkesempatan memberi sambutan. Banyak hal yang beliau sampaikan dalam sambutannya. Terkait dengan acara yang digagas oleh LTN NU Bali dan dilaksanakan oleh IPNU dan IPPNU, Bapak Ketua Tanfizhiyah sangat berapresiasi, bahkan beliau meminta kegiatan semacam ini dilaksankan sebulan sekali dari masjid ke masjid di wilayah Bali.

Kemudian beliau juga membahas tentang tema yang diangkat dalam pengajian kali ini. Beliau mengatakan, dengan hadiah dari Allah berupa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, haruslah disyukuri. sejak 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memiliki jati diri. oleh karenanya jati diri yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita, pendahulu kita, dan para ulama, haruslah diisi dengan karya yang membangun.

Selanjutnya beliau menjelaskan, tema yang diangkat ini yaitu “Hubbul Wathan Minal Iman” merupakan kalimat yang sebenarnya yang dicita-citakan oleh ulama kita KH. Wahhab Hasbullah. Artinya adalah cinta tanah air, cinta terhadap bangsa Indonesia, mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia dan melestarikan tradisi-tradisi keindonesiaan. Inilah yang dimaksud bagian dari iman.

Dengan kalimat “Hubbul Wathan Minal Iman”, beliau berharap mudah-mudahan mampu membuka dan menguatkan hati kita untuk lebih cinta kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia. Karena ini adalah misi paling utama di lingkungan NU, bahwa mempertahankan Republik Indonesia merupakan sesuatu yang wajib. Cinta kepada tanah air adalah kewajiban yang ditetapkan oleh NU.

Karena acara ini dihadiri para pemuda, Bapak Abdul Aziz sangat berharap agar acara-acara seperti ini tidak hanya dilakukan pada momen-momen tertentu. Bahkan harus dijadikan kegiatan rutin sebagai suatu kajian yang didalamnya diisi dengan diskusi atau dialog, sehingga para pemuda mampu mengasah keilmuannya, baik dari aspek ilmu organisasi, keagamaan dan ekonomi. Tujuannya adalah untuk memberi ilmu yang luas bagi para pemuda, terutama dalam bidang agama, sosial & ekonomi.

(enha/dad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.