PWNUBALI.OR.ID | Gianyar – Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Gianyar kembali menggelar Lailatul Ijtima’ Malam Rabu Pahing pada Selasa (1/03) dan Rihlah ziarah ke makam Syekh Hasan Al-Bantany, Gianyar, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun silaturahmi serta menghidupkan sunnah Nabi.
“Lailatul ijtima’ selain menghidupkan kembali sunah nabi juga untuk menghalau paham-paham Radikal yang berkembang di masyarakat,” papar Ustadz Agus Arianto yang memimpin dzikir pada malam tersebut.
Selain menggelar Lailatul Ijtima’, lebih dulu acara dimulai dengan melakukan rihlah ziarah ke makam salah satu tokoh Muslim yang menyebarkan agama Islam di Kota Gianyar, Syekh Hasan Al-Bantany, yang namanya juga dipakai secara resmi sebagai nama komunitas praktisi ruqyah aswaja di Gianyar. Terlebih Jam’iyyah Ruqyah Aswaja sudah menjadi sayap Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU).

Makam Syekh Hasal Al-Bantany terletak di Jalan Kapten Dipta, Gianyar, kurang lebih 200 meter dari lapangan Astina Gianyar. Syekh Hasan Al-Bantany sendiri merupakan salah seorang tokoh Muslim yang menyebarkan Islam di Gianyar.
Uniknya, keberadaan makam Syekh Hasan Al-Bantany sendiri dirawat dan dijaga oleh non-muslim, di mana letak makan tersebut berada di pekarangan rumah keluarga Dewa Putu Suastika, pemeluk agama Hindu dan berbatasan langsung dengan tembok belakang rumah milik Made Arimbawa (alm.) yang merupakan pemeluk agama Konghucu. Sehingga makam Syekh Hasan Al-Bantany disebut sebagai salah satu wujud toleransi tiga agama yang berbeda di Gianyar antara agama Islam, Hindu dan Konghucu.

Kegiatan rihlah kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan di Musholla Ubudiyyah yang diikuti seluruh praktisi yang tergabung dalam JRA Team Syekh Hasan Al Bantany Kabupaten Gianyar dan masyarakat di sekitar musholla Ubudiyyah yang kemudian ditutup dengan terapi ruqyah qur’ani.








