Denpasar, Masjid Raya Baiturrahmah, salah satu masjid tertua dan terbesar di Bali, hari Sabtu lalu (8/4/2017) diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Masjid ini berdiri dari tahun 1926 di tanah milik Raja Pemecutan, Denpasar, Bali. Masjid ini baru selesai direnovasi dengen menelan biaya 12,9 Miliyar Rupiah dari anggaran swadaya Masyarakat, shadaqah dan pinjaman tanpa agunan dari Kospin Jasa. Masjid berkapasitas hingga 2.500 jamaah ini akhirnya diresmikan langsung oleh mentri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Dalam acara peresmian tersebut turut hadir pula beberapa tokoh masyarakat dan pejabat daerah seperti : Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Kapoltabes kota Denpasar, Wakil walikota Denpasar, Tokoh Puri Pemecutan Ida Tjokorda Pemecutan, Ketua Yayasan Masjid Baiturrahmah, Muspida dan lain sebagainya.
Kakanwil kota Denpasar menyampaikan bahwa di Bali memiliki 242 Masjid. Dan 28 Masjid berada di kota Denpasar. Khusus dikampung Jawa, interaksi sosial dengan umat lain sangat kondusif. Hal seperti itulah yang sepantasnya selalu kita jaga.

Sementara Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim menyampaikan bahwa Masjid Baiturahmah memiliki arti Rumah yang senantiasa menebar kasih sayang.
” Hadirnya masjid Baiturrahmah, Diharapkan keberadaannya dapat menjadi inspirasi dan motivasi umat muslim di Kota Denpasar agar senantiasa merawat dan menjaga kehidupan toleransi yang sudah berlangsung lama dengan baik di Bali. Sebagai substansi dari Islam rahmatan lil ‘alamin. Serta mampu dan mau merawat tradisi yang ada sebagai kekuatan membangun toleransi tersebut.” Kata Lukman Hakim.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga diharapkan dapat mengembangkan fungsi-fungsi masjid lainnya, yaitu menjadi tempat untuk menebar maslahat bagi masyarakat sekitar. Beliau juga menambahkan bahwa keberagaman sejatinya adalah ujian bagi umat manusia untuk saling melengkapi dan mengisi untuk dapat menyempurnakan segala aspek kehidupan.
Tak lupa, beliau juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kemandirian masyarakat dalam proses renovasi masjid tersebut.
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaat bagi orang lain” pungkas Menteri Agama Lukman Hakim.
(muhlis/dad)








