pwnubali.or.id
BULELENG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ganesha menyelenggarakan kegiatan Paint & Connect yang berlokasi di Pantai Kerobokan, Buleleng, pada Minggu (12/04/2026) dengan mengusung tema “Mewarnai Pergerakan Melalui Lukisan”, agenda ini menjadi wadah ekspresi kreatif sekaligus sarana mempererat solidaritas antar-kader melalui pendekatan inovatif.
Kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Biro Kaderisasi dan juga Biro Pemberdayaan Perempuan (PP) yang mengajak para kader untuk menuangkan ide pergerakan ke dalam karya visual. Setelah sesi melukis selesai, acara dilanjutkan dengan sesi presentasi, yang di mana setiap peserta memaparkan filosofi dari karyanya masing-masing sebagai bentuk latihan untuk berdialektika serta refleksi yang kritis.
Salah satu yang menarik perhatian kami adalah karya dari Ketua Umum Komisariat PMII Ganesha, Farkhan Hardiansyah. Di atas kanvasnya, ia melukis Lambang PMII dengan penuh ketelitian, sebuah simbol yang ia pamerkan dengan rasa bangga sebagai identitas tertinggi organisasi. Dalam penjelasannya, Farkhan menegaskan bahwa seni merupakan alat pergerakan yang mampu menyampaikan pesan ideologis secara halus namun tetap tajam.

Ia menjelaskan bahwa bentuk perisai pada lambang tersebut bukan sekadar bingkai, melainkan simbol ketahanan dan keampuhan mahasiswa Islam dalam menghadapi tantangan zaman, makna mendalam dari sembilan bintang yang ia goreskan: lima bintang di bagian atas sebagai representasi kepemimpinan Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidun, serta empat bintang di bawah yang melambangkan ketaatan pada empat mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah.
Selain pengembangan bakat, suasana alam terbuka ini dipilih untuk membangun kedekatan emosional antar-anggota guna melepas sejenak kejenuhan dari hiruk pikuk aktivitas akademik. Dengan semangat antusiasme, para kader tampak menumpahkan imajinasinya di atas kanvas dengan latar suasana Pantai.
Melalui momentum ini, PMII Komisariat Ganesha berkomitmen untuk terus menghadirkan pola kaderisasi yang adaptif, kritis, dan juga inklusif bagi seluruh anggotanya.








