Ketua PWNU Bali: Da’i Aswaja Harus Berani Tampil

0
126

Ketua PWNU Bali, H. Abdul Aziz, S.Pd.I mencermati fenomena saat ini yang berkembang di masyarakat tentang pola dakwah dikalangan ustadz NU. Menurutnya, orang-orang NU yang lama belajar di pesantren dengan ilmu yang mumpuni kebanyakan kurang memiliki keberanian. Hal itu justru dimanfaatkan oleh kalangan luar yang minim wawasan agama untuk kemudian tampil dihadapan masyarakat. Harapannya Kedepan LDNU mampu memberikan penguatan mental dan strategi untuk berdakwah.

“Kadang miris melihat alumni pesantren yang sudah mumpuni menyampaikan kitab kuning dan mumpuni berdakwah namun mau maju saja sungkan.” paparnya.

H. Aziz juga menambahkan bahwa, “Orang bisa disebut murobbi dikalangan kita itu paling tidak sudah mengasuh pondok pesantren yang alim dan ilmunya tidak diragukan tapi dikalangan mereka terkadang membaca Al-Qur’an saja masih belum benar.” tambahnya.

“Padahal ustadz-ustadz dikalangan kita sendiri pengtahuan sudah mumpuni maka kedepan kita harus maju harus tampil, jangan dibiarkan pembodohan ini diteruskan!” ujar H. Aziz

Mereka yang hapal satu hadist tanpa buku/kitab sudah menyampaikan kebenaran. Hal ini masyarakat yang jadi korban. Mereka menghafal satu hadist, satu ayat kemudian di kreasikan sedemikian rupa untuk menyentuh orang lain. Untuk itu H. Aziz meminta agar kita tidak malu atau kurang PD, atau merasa ilmunya kurang dan sebagainya. Padahal di Majlis tersebut ilmunya diatas.

Ketua Tanfidziah PWNU Bali menawarkan solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan mendatangkan pakar-pakar aswaja dari luar Bali sebagai bentuk kegiatan lanjutan kaderisasi Da’i Aswaja Bali.

“Kedepan kita akan mendatangkan pakar-pakar aswaja dari luar bali. Misal Jawa Timur atau Jakarta yang sifatnya memberikan penguatan mental. Karena mental yang harus di dorong untuk berani tampil di depan masyarakat.” Pungkasnya. (red. MM)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.