Ungkapan Cinta NU For Bali Tentang Ustadz Abdul Somad

1
22081

Oleh: H. Ekky Rezal. M
Ketika sebuah pernyataan menjadikan masyarakat gelisah. Ketika issue melalui video diviralkan menjadi polemik. Ketika issue NKRI sebagai perekat kebangsaan mulai longgar. Ketika issue pemikiran SARA mulai tumbuh. Ketika kenyamanan masyarakat Bali mulai terusik. Dan, ketika timbul perbedaan yang membuat kedamaian terusik.

Maka saat itu dibutuhkan kehadiran Nahdlatul Ulama Bali berada di tengah-tengah untuk mempersatukan. Perbedaan dan semangat ke-Indonesia-an pada diri setiap insan yg hadir pada saat itu. Dan, ketika itu pula dibutuhkan kejernihan berpikir, kesabaran, ketulusan, kearifan dan kebijaksanaan pribadi.
Maka seorang pribadi yang lemah lembut, rendah hati, berpikir jauh kedepan dengan Bijak dan keteguhan hati. Berkumandanglah Indonesia Raya dengan gema yang dasyat menggetarkan setiap orang yang melihat dan mendengarkannya.
Ustadz Abdul Somad, membuktikan semua itu!
Ustad Abdulz Somad seorang ulama hadir di Bali sebagai Pemersatu dan Perekat Umat. Islam yang Rahmatan lil’alamin. Sungguh luar biasa, pribadi Ustadz Abdul Somad sangat memahami kondisi dan sangat bijak dalam menentukan Sikap.
Shalawat Nabi pun berkumandang seantero Denpasar. Rasa haru, tetesan airmata pun tak terasa. Merinding rasa ini ketika shalawat dikumandangkan. Bukti toleransi antar umat Beragama di Bali dapat dijadikan sebagai contoh yg baik di negeri ini.
Buat Semeton Keluarga Besar kami masyarakat Bali dari manapun berasal, terima kasih yang tak terhingga atas kebersamaan ini.
Terima Kasih pula kepada seluruh aparat yang bertugas, Kepolisian, TNI dan Instansi terkait, LSM dan semua ormas yang terlibat serta jajarannya. Atas perhatian dan kerjasamanya, dan atas kesadaran kita bersama menjaga Bali yang nyaman, Bali yang damai juga Bali yang tentram sepanjang masa, selama hayat dikandung badan.
Sungguh kita ini Indonesia. Merah Putih lambang negara. Ideologi kita Pancasila sebagai pemersatu kita semua.
Kita jaga Ajeg Bali. Kita Jaga Indonesia.
Kita cinta Bali, cinta Indonesia, cinta NKRI
NU for Bali

1 KOMENTAR

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Terimakasih PWNU Bali telah ikut merekatkan umat Islam di Bali khususnya. Semoga untuk seterusnya PWNU Bali bisa merekatkan umat Islam.

    Berkaitan dengan kehadiran Pak Abdus Shamad di Bali yang memunculkan polemik, tentunya tiada asap tanpa api. Kita harus belajar untuk mawas diri. Sepak terjang seorang da’i saat ini, apalagi dia sering berkomentar tentang banyak hal, yang tidak mungkin tidak terliput media, hendaknya harus berhati-hati. Indonesia ini negeri majemuk dengan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan yang membaur dalam wadah NKRI. Karena itu pandangan seorang da’i harus juga bersudut pandang pada akar yang sama yaitu NKRI. Ahlaqul karimah yang ditanamkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam juga harus dicerminkan oleh seorang da’i.

    Karena sosial media sekarang sangat terbuka, dan menyampaikan informasi dari sudut bumi terkecil sekalipun dari Nusantara, maka sebaiknyalah para da’i harus berhati-hati menyampaikan pandangannya.

    Karena itu langkah yang sudah diambil oleh PWNU Bali sudah sangat tepat, yaitu mendinginkan suasana dengan mendampingi Pak Abdus Shamad selama di Bali. Namun demikian PWNU juga punya hak dan kewajiban untuk juga mengingatkan Pak Abdus Shamad untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyampaikan pandangan-pandangannya, agar tidak ditafsirkan salah bagi umat yang ada. Bukankah mengingatkan itu juga jauh lebih baik, daripada kita diam membiarkannya. NU sebagai lembaga yang memiliki nilai-nilai tasamuh, tawasuth dan tawazun tentunya memiliki kemampuan untuk saling mengingatkan akan kebaikan, apalagi terkait NKRI yang sudah menjadi bagian terpenting NU untuk mengawalnya bersama seluruh rakyat Indonesia.

    Sekali lagi tiada asap tanpa api. Semoga ini bisa difahami dengan baik.

    والله الموفق الى اقوم الطريق

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.