Denpasar – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali, Resmi dilantik oleh Sekjend PB NU yakni Helmy Faisal Zaini pada 17 april 2015 di Hotel Oranjje Bali.

Muskerwil dan Pelantikan dihadiri Wakil Gubenur Bali Ketut Sudiketa dan Sekaligus membuka acara Rakerwil dan Pelantikan PW NU Bali Masa Khidmat 2015-2020. Dalam sambutannya menyampaikan dalam era dewasa ini banyak oknum yang ingin memecah bela persatuan bangsa, beliau juga menegaskan bahwa toleransi merupakan hal yang paling utama untuk merekatkan hubungan antar umat beragama, tidak terkecuali di Bali.

Ditambahkannya, melalui pelaksanaan Muskerwil NU yang pertama mengangkat tema”Meneguhkan Islam Nusantara yang Rahmatan Lil-Alamain dalam menjaga NKRI”, bisa ikut berpartisipasi menyaring faham radikalisme yang selama ini membidik generasi muda, sejalan dengan itu, ia juga berharap acara ini bisa dijadikan momentum untuk mewujudkan perdamaian, khususnya di Bali.

Sementara itu, KH. Noor Hadi yang merupakan Rais Suryah NU Provinsi Bali sangat mengapresiasi toleransi dan kerukunan beragama yang selama ini terjadi di Bali. Beliau menjelaskan NU sangat fleksibel dan selalu bisa mengikuti perkembangan zaman”kami ini menjalankan agama Islam yang berpegang teguh pada Pancasila, kami sangat menjunjung tinggi kebudayaan bangsa Indonesia”

Sejalan dengan KH Noor Hadi, Ketua NU Provinsi Bali, H. Abdul Aziz, S. Pd. I menyatakan bahwa NU adalah salah satu pelopor kemerdekaan RI. Faham NU juga diadaptasi oleh Presiden RI 1, Ir Soekarno, dalam merumuskan Negara ini. NU tetap berpegang teguh pada Islam sebagai agama, namun juga menjujung tinggi pancasila serta budaya Indonesia. “ Itulah kami dengan Islam Nusantara, ingin selalu menjaga kedamaian dimanapun kami berada,” Jelasnya.

Dalam perkembangan zaman, Ketua NU Bali dalam hal ini H. Abdul Aziz S. Pd. I menyatakan komitmen NU masih sama dari masa sebelum Indonesia merdeka. Organisasinya selalu ingin menjadi perekat dan pemersatu antar umat beragam, demi terciptanya perdamaian di Indonesia, khususnya di Bali.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.