PWNUBALI.OR.ID | TABANAN
Perhatian Bimas Islam Kemenag Kabupaten Tabanan terhadap pentingnya dakwah di media sosial, sebagai upaya menebarkan dakwah yang ramah dan inspiratif demi menjaga keutuhan bangsa terlihat spesial.
Oleh sebab itu, Bimas Kabupaten Tabanan menggelar pembinaan tentang dakwah di media sosial untuk para penyuluhnya sebagai garda terdepan di masyarakat untuk menyampaikan dakwah Islam.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Muhammad Taufiq Maulana, Ketua LTNNU Provinsi Bali sebagai aktivis dakwah di media sosial dibawah naungan PWNU Bali.
Pembinaan ini, selain menyampaikan materi tentang pentingnya dakwah di media sosial, juga sekaligus pelatihan singkat pembuatan konten.
Konten yang dipraktikkan mulai dari pembuatan meme/grafis, tulisan/artikel dan video pendek.
Saat memaparkan materi dakwah digital, M. Taufiq Maulana yg lebih dikenal dengan sapaan Gus Tama tersebut menjelaskan bagaimana dakwah di plattform Media Sosial sangat dibutuhkan saat ini.
“Sebagai penyuluh, tugas kita adalah untuk tebarkan konten positif di masyarakat” ujarnya.
Menurut alumni Ma’had Aly PP. Sukorejo itu, banyaknya konten-konten hoax yang beredar di media online/sosial harus diimbangi dengan konten-konten positif yang berasal dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Disini terlihat bagaimana sanad keilmuan sangat penting, sebisa mungkin kita cantumkan sumber dari konten-konten yang diposting atau dibagikan di media sosial, ini agar dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya di depan sekitar 50 peserta.
Penulis: Dadie W. Prasetyoadi
Editor: Muhammad Muhlisin








