pwnubali.or.id
Singaraja -Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Buleleng Masa Khidmat 2026-2030 resmi dilantik pada Rabu, 22 Oktober 2026 di Sekretariat PCNU Buleleng, Singaraja, Bali. Pelantikan ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Adapun MWC yang dilantik meliputi MWC NU Seririt, MWC NU Banjar, MWC NU Kecamatan Buleleng, MWC NU Sukasada II, MWC NU Kubutambahan, dan MWC NU Tejakula.
Ketua MWC NU Kecamatan Buleleng, Mahfud Sukmadiyanto, yang dilantik bersama 20 anggotanya menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah.

“Kami merupakan kepanjangan tangan dari PCNU. Tugas kami melaksanakan instruksi dari Cabang, baik kegiatan besar, pelatihan, maupun pengkaderan,” ujar Mahfud usai pelantikan.
Ia menambahkan, momentum pelantikan di Hari Santri menjadi pengingat untuk bekerja ikhlas untuk umat dan mempersatukan warga Nahdliyin, khususnya di Kecamatan Buleleng.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Buleleng, A. Marzuki, http://S.Ag., yang berhalangan hadir menitipkan tiga pesan penting melalui Katib Syuriyah, Ust. Zaenul Arifin, http://S.Pd.I.
Pertama, agar setiap MWC menciptakan kemanfaatan di tingkatan masing-masing. Kedua, memaksimalkan peran badan otonom (Banom) dan lembaga NU. Ketiga, melakukan konsolidasi antara pengurus baru dengan pengurus sepuh dan senior.
Menegaskan hal tersebut, Ketua PCNU Buleleng, H. Rahmat Al-Bayhaqi, meminta kepada seluruh MWC yang baru dilantik untuk fokus melakukan pembinaan dan penertiban administrasi di tingkat ranting.

“MWC sebelumnya sudah berjalan bagus. Saya berharap yang sekarang dilantik ini lebih giat lagi dalam ngopeni ranting-ranting untuk tertib administrasi. Pemberdayaan masyarakat juga harus digiatkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengurus tidak mudah tergoda dan terpecah oleh isu-isu dari pusat.
“Fokus saja pada ranting-ranting dan kegiatan yang sudah dirancang di daerah. Membangun ranting itu sulit, harus fokus dan berkelanjutan, tidak boleh berhenti.” pungkasnya.
Diketahui, di Buleleng, masih terdapat dua MWC yang belum dilantik. Yakni MWC NU Sawan dan MWC NU Sukasada I, karena masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi. Keduanya direncanakan akan dilantik setelah proses pembaruan kepengurusan rampung.








