Terkesan dengan Safari Dakwah Pergunu, Masyarakat Kembali Undang Pergunu Mengisi Isra’ Mi’raj

0
145

Pasca safari dakwah Pergunu, masyarakat Kuta Utara mengundang salah satu pengurus wilayah, Ust. I Wayan Sritama untuk mengisi peringatan Isra’ Mi’raj (Sabtu, 14/04/18) di Masjid Al-Hijriyah Kerobokan Kuta Utara Badung.

Menurut takmir masjid al-Hijriyah sebelum mengundang Ust. Wayan, masyarakat yang menghadiri safari dakwah yang dilakukan oleh Pergunu beberapa waktu yang lalu, terkesan dan merasa perlu menghadirkan kembali untuk menyampaikan pesan aswaja melalui pengajian umum.

Dengan menghadirkan Pergunu, masyarakat juga merasakan materi aswaja sebagaimana yang disampaikan di madrasah atau sekolah tentang aswaja an-nahdliyah.

Selama ini, para da’i yang diundang, pesan-pesan keaswajaannya memang dibahas, namun menurut masyarakat setempat, khususnya Kuta Utara, perlu kajian peringatan hari besar Islam dari aspek pendidikan ke-aswaja-an, bagi masyarakat umum.

Dalam penyampaian peringatan Isro’ mi’raj, Ust. Wayan Sritama menyampaikan banyak pesan keaswajaan yang bisa disimpulkan dalam beberapa poin, diantaranya:

  1. Bahwa perjuangan atas nama agama dengan mengenyampingkan ulama sebagai rujukan utama, melahirkan cara pandang beragama yang keliru.
  2. Ulama sebagai pewaris Nabi, merupakan ukuran kemampuan umat dalam pengamalan keberagamaan yang benar. Semakin banyak menggali ilmu dari para ulama, semakin baik dan bijak pengamalan agamanya dalam kehidupan sosial.
  3. Mengutip hadits Nabi, bahwa ketika ulama tidak ada lagi penerusnya, karena tidak ada yang berguru dengan ulama, maka lahir pemimpin-pemimpin agama sesat dan menyesatkan.
  4. Isro’ adalah penataan hubungan masyarakat sekitar menuju kesalehan sosial, sedangkan Mi’raj, memperbaiki hubungan individu dengan sang pencipta agar menjadi pribadi saleh.
  5. Sehingga peringatan Isra’ dan Mi’raj menjadi momentum menata diri menuju kesalehan individu dan sosial. (IWS)

 

TINGGALKAN KOMENTAR