Menangkal Isu Indonesia Bubar, PWNU Bali Gelar Halaqoh Kebangsaan

0
183

Menjaga keutuhan Bangsa merupakan prinsip hidup bernegara bagi warga NU. Dari itu, NU senantiasa melakukan segala upaya serta terus berikhtiar dalam rangka menjaga  keutuhan bangsa dan Negara agar tidak terpecah dan terancam bubar sebagaimana isu-isu yang beredar dewasa ini.

Sebagai salah satu upaya dan ikhtiyar menjaga bangsa dan Negara, PWNU Bali menggelar acara Halaqoh Kebangsaan dan Kemandirian Ekonomi Umat (31/03/18). Acara Halaqoh ini bersifat internal, yakni diselenggarakan oleh PWNU Bali untuk warga nahdliyin, khususnya para pengurus NU se Provinsi Bali. Panitia Pelaksananya merupakan kolaborasi dari lembaga dan banom NU Bali.

Peserta halaqah dihadiri oleh tokoh-tokoh NU sepuh kurang lebih 30 tokoh, dan para Jam’iyyah NU. Secara rinci, tercatat yang hadir diantaranya adalah Pengurus PWNU Bali sekitar  50 peserta. Banom dan lembaga meliputi PERGUNU, ANSOR, LDNU, LTNU, LPBI, Laziznu, IPPNU, IPNU, Muslimat, Fatayat, KMNU, PMII, Banser dan pagar nusa, dan semua pengurus PC NU se-Bali yang semunya berjumlah kurang lebih 400 peserta.

Tujuan digelarnya acara halaqoh adalah, yang pertama untuk bersilaturrahim bersama Rois ‘Am PBNU, KH. Ma’ruf Amin. Selain itu juga untuk menguatkan wawasan kebangsaan guna menjaga NKRI tetap utuh dan satu sesuai cita-cita para ulama.

Dalam halaqoh kebangsaan ini, Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan, bahwa berita bubarnya Indonesia hanya isu yang dibuat oleh oknum untuk mempengaruhi bangsa.

“Isu itu tidak benar dan tidak boleh terjadi, masa kita di pengaruhi oleh isu-isu seperti itu. Tidak mungkin Indonesia bubar. Maka itu, kita harus perkuat keyakinan untuk mengawal bangsa ini dengan segala kemampuan yang ada,” ucap Ma’ruf Amin

Disisi lain, acara ini juga bertujuan untuk menimba ilmu kepada Kyai Ma’ruf Amin bagaimana kita sebagai umat Islam bisa dan mampu mandiri secara ekonomi, sehingga kita sebagai umat Islam senantiasa mandiri dalam menjalani kehidupan tanpa berharap finansial kepada siapapun. (MM/MT)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.