Konfercab IV Nahdlatul Ulama Kabupaten Sambas

0
128

Kalimantan,

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sambas menggelar Konferensi Cabang IV, Sabtu 23 Desember 2017 di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. Konfercab IV ini dihadiri oleh alim, ulama dan umara’ Kabupaten Sambas, di antaranya: Syaikh Jayadi, MA selaku Mursyid TQN Khathibiyah Sambas, Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, Lc., Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid, Ir. H. Hasanusi, MM selaku Ketua LPTQ Kabupaten Sambas,Ust. H. Mahmudi Ba’ni, Lc., H. Badran Hambi, Drs. Hakimin, Kemenag Sambas, Ketua Muslimat, PMII Sambas, HMI Sambas, KAMMI Sambas dan ramai lagi undangan yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Turut hadir pula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, yang diwakili oleh Ust. Kaharudin, S.Ag., Dr. Zulkifli dan rombongan beserta tiga orang dari PCNU Kabupaten Pontianak.

Dalam laporan Ketua Panitia, Dr. Adnan Mahdi, M.S.I., Konfercab IV ini mengambil tema: “Kontekstualisasi Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Mengokohkan Nasionalisme dan Menjaga Geonologi Keilmuan Nahdlatul Ulama”. Melalui Konfercab ini, diharapkan akan terpilih pengurus baru yang mampu membesarkan dan memasyarakatkan NU di Kabupaten Sambas serta sanggup menjaga geneologi keilmuan Aswaja dalam warga Nahdliyin. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 14 MWC NU se-Kabupaten Sambas.

Dalam Khutbah Iftah, Ust. As’ari M. Amin selaku Rais Syuriah mengharapkan agar Konfercab kali ini bisa menghasilkan pengurus yang berkualitas serta mampu membawa NU Sambas lebih maju dan berkembang di masa depan. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc. Dia sangat senang kegiatan NU diadakan di Aula Kantor Bupati, karena di dalamnya dilantunkan ayat suci al-Qur’an dan Shalawat Badar yang sangat menyejukan hati. Selain itu, mendengar nama NU saja hatinya sangat senang, karena di dalamnya tersirat semangat yang tinggi dari para ulama untuk menjaga NKRI. Beliau berpesan agar NU bisa menjadi pengawal Kebhinekaan dan NKRI, memperbanyak mencari persamaan dalam keragaman dan selalu mengedepankan toleransi dalam perbedaan. Sebelum menutup sambutannya, Atbah menyatakan siap untuk ditempatkan sebagai Mukhtashar di kepengurusan NU ke depan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Konfercab yang disampaikan oleh PWNU Kalbar, Ust. Kaharudin, S.Ag. Dalam sambutannya, ia merasa senang Konfercab IV PCNU Sambas bisa dilaksanakan dengan lancar dan meriah. Ia mengutarakan bahwa masyarakat Sambas mestinya harus bangga menjadi pewaris utama keilmuan NU, karena guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari merupakan murid langsung dari Syaikh Ahmad Khathib Sambas sebagai pendiri Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Kaharudin berpesan, ada 4 asas yang harus dipegang dalam mengembangkan NU, di antaranya adalah Amaliah dan Fikrah yang harus selalu mengiringi langkah dalam mengembangkan NU di masa depan. Akhir dari sambutannya, ia merasa senang Bupati Sambas bersedia menjadi Mukhtashar di kepengurusan NU, dan ia berharap menjadi petanda baik bagi kemajuan dan kebangunan NU Sambas di masa depan.

Setelah acara dibuka, dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib persidangan hingga penyampaian LPJ oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Sambas periode 2012-2017, H. Muhammad Arfi. Pada awal LPJ-nya, Arfi merasa terharu dan bangga dengan kerja panitia, hanya memerlukan waktu sekitar 10 hari, Konfercab bisa dilaksanakan dengan meriah dan sukses, belum pernah terjadi pada tiga kali konfercab sebelumnya. Setelah LPJ berakhir dan kepengurusan dinyatakan demisioner, dilanjutkan dengan pemilihan tim AHWA. Dari tim AHWA ini, terpilih kembali Ust. As’ari M. Amin sebagai Rais Syuriah. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidziyah dengan dua calon, yakni: Attamimi Murthado dan Drs. H. Mujahidin, M.Si. Dari hasil pemungutan suara, terpilihlah Mujahidin sebagai Ketua Tanfidziyah dengan mengantongi 10 suara, Attamimi hanya memperoleh dua suara, satu suara rusak, dan satu perwakilan tidak hadir.

(LTN NU)

TINGGALKAN KOMENTAR