Katib Syuriah PWNU Bali Sampaikan Hikmah Maulid di Thailand

0
205

Yala-Pattani,

Di sela sela perjalanannya di Thailand Selatan dalam rangka menyelesaikan tugas program studinya, H. Maimun Noor yang juga adalah Katib Syuriah PWNU Bali diminta untuk mengisi Khutbah sekaligus Imam saat Shalat Jum’at di Masjid Agung Tengah Yala (15/12/17). Hal ini adalah atas permintaan tokoh masyarakat di kota Yala tersebut yang mendapat informasi bahwa H. Maimun Noor adalah salah satu tokoh Nahdliyin yang berasal dari Bali-Indonesia.

Karena sekarang masih dalam suasana bulan Maulid, maka dalam kesempatan khutbah tersebut H. Maimun Noor menyampaikan tentang Hikmah dalam Peringatan Maulid Nabi Saw, Dengan menyitir firman Allah SWT:

 21 قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم … ال عمران 

Kepada jamaah Sholat Jumat tersebut H. Maimun mengatakan bahwa hikmah daripada memperingati maulid Nabi Saw diantaranya selain untuk mengenang dan mengenalkan sejarah Baginda Rasulullah Saw kepada masyarkat serta anak cucu kita, juga adalah bagaimana kita bisa meningkatkan amal ibadah pribadi untuk dapat meraih cinta Allah serta kedekatan kita kepada Nya. Hal ini didasari oleh Hadits Qudsi yang didalamnya Allah SWT berfirman:
ما تقرب الي المتقربون بأداء ما افترضته عليهم. ولا يزال العبد يتقرب الي بالنوافل حتى احبه فإذا احببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصربه ويداه التي يبطش بها ورجلاه التي يمشي بها.

“Hamba hambaKu tidak bisa dekat terhadapKu dengan hanya mengerjakan ibadah yang Aku fardukan kepada mereka. Tidak henti hentinya hamba yang ingin dekat kepadaKu dengan menjalankan kesunahan kesunahan, hingga Aku mencintainya maka jika Aku mencintanya, Aku akan menjadi telinganya sebagai alat untuk mendengar dan matanya sebagai alat untuk melihat dan kedua tangannya sebagai alat untuk menyentuh serta kedua kakinya sebagai alat untuk berjalan”.

Kemudian beliau menjelaskan dalam bahasa Indonesia dengan sesekali diselingi bahasa arab karena masyarakat muslim Thailand Selatan yang mayoritas beragama Islam terkhusus di 3 wilayah yaitu, Pattani, Yala, dan Narathiwat sedikit banyak belajar dan faham bahasa Arab.

Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa Allah SWT tidak memberi batasan waktu dan seberapa banyak kesunahan yang kita sebagai hambanya dapat lakukan, batasannya adalah “sampai Aku mencintainya”, Kata Allah. Cinta Allah itu dapat kita rasakan pada diri kita sendri dengan pertanda semua badan kita mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki apabila itu semua kita gunakan untuk hal yang di ridloi Allah maka itulah tandanya kita dicintai Allah SWT. Telinga kita digunkan untuk mendengarkan perkara yang disukai Allah, mata, tangan , dan kaki kita tidak kita gunakan untuk maksiat kepada Allah.. bahkan hati kita tidak tertanam didalamnya sombong, hasud, dan dari hal hal yang dibenci Allah, maka itulah tanda kita sebagai hamba yg dicintai Nya. Sesungguhnya kita semua adalah pemimpin dari apa yang ada pada diri kita dan semua yang kita pimpin akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Diakhir khutbahnya H. Maimun mengutip sebuah ayat:
ان السمع والبصر والفوأد كل آولئك كان عنه مسؤلا
Sesungguhnya telinga mata dan hati itu semua akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT.

(red: Dadie W. Prasetyoadi)