Habib Lutfi: Menyebutkan “Indonesia” dengan Bangga dan Tegas Mengalahkan Tenaga Nuklir

0
179

 

 

 

 

 

Denpasar, 21 Maret 2018

Rais aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) PBNU, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya memberikan wejangan ukhuwah Kebangsaan guna memupuk rasa persatuan dan kecintaan akan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Masjid Agung Sudirman Denpasar, hari senin 21 Maret kemarin. Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi membuka dengan melihat kembali sejarah awal mula hadirnya suku dan bangsa.

Menurutnya, bahwa Tuhan Yang Maha Esa sebelum menciptakan suku-suku dan bangsa-bangsa pertama kali menciptakan dua sejoli dari orang-orang yang baik, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa. Kemudian Sampai pada generasi Nabi Nuh barulah melahirkan beberapa suku, diantaranya adalah Arya, Smith, Babylonia dan Barbar. Setiap suku memiliki tanah atau tempat tinggal yang kemudian menjadi bangsa-bangsa.

“Perkembangan keturunan sangat pesat. Setiap anak suku bangsa jika dilihat dari hakekatnya Apapun bangsanya selagi keturunan nabi adam dan nabi nuh berarti kita bersaudara” terang Habib Luthfi.

Lebih lanjut Maulana Habib Luthfi menambahkan, bahwa Allah menciptakan kita semua berbeda-beda suku dan bangsa untuk saling mengenal sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Hujarat ayat 9. Dan segala perbedaan dikembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama. Namun dengan segala perbedaan itu, kita sama-sama bergerak memperjuangkan Indonesia. Baik pejuang dari Hindu, Katolik, Islam, Budha dan Kristen. Semuanya berjuang menegakkan sang merah putih. Rasa cinta akan tanah air bangsa ini, mewujudkan sikap patriotisme yang memiliki kekuatan lebih besar daripada kekuatan nuklir sekalipun.

“Menyebutkan “Indonesia” dengan bangga dan tegas lebih besar kekuatannya dari pada tenaga nuklir. Menyebut “Indonesia” adalah sebagai jati diri kita.” ungkap Habin Luthfi.

Maulana Habib Luthfi juga berpesan agar kita sebagai generasi penerus bangsa jangan sampai memalukan para pejuang dengan berpecah belah. Apapun agamanya tetap menjadi satu kesatuan dalam NKRI.

Dengan lantang Habib Luthfi mengajak para jamaah, “NKRI harga? MATI… NKRI harga? MATI.. NKRI harga? MATI” teriakan Habib di teruskan oleh para jamaah.

Indonesia memiliki jati diri yang kuat dan martabat serta kehormatan yang tidak gampang terkontaminasi oleh apapun. Menurutnya Indonesia seperti halnya lautan. meski miliaran kubik air tawar bermuara dari sungai bahkan bangkai masuk ke lautan, air laut tidak berubah, tetap jernih dan bersih. Begitu juga Indonesia, meski banyak yang masuk ingin merusak dan menghancurkan Indonesia, Indonesia tetap jernih dan satu.

Sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia, Guru Habib Lutfi (Embah Abdul Malik) senantiasa membaca fatihah dan doa untuk semua pahlawan (tanpa terkecuali) yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal itu dilakukan semata-mata menghargai jasa pengorbanan para pahlawan yang memperjuangkan bangsa indonesia sampai titik darah penghabisan.

Terakhir acara Tabligh Akbar, Habib Lutfi menutup dengan doa sesuai keyakinan agama masing-masing. Dengan sebelumnya menyanyikan lagu padang bulan

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.