Edukasi Politik Rois Syuriah PCNU Denpasar, KH. Mustafa Al-Amin

0
101

ASWAJADEWATA.COM – Rois Syuriah PC NU Kota Denpasar, Drs. KH Mustafa Al-Amin, SH. MHI, M.Pd. memberikan pemaparan edukasi politik kedapa para peserta nonton bareng acara debat Calon Presidendi gedung PWNU Bali. Acara yang diprakarsai oleh Nucare-lazizNU Bali bekerjasama dengan LTN NU Bali malam ini mengundang segenap masyarakat Nahdliyin dan para simpatisan pendukung Jokowi-Makruf Amin.

Selain KH Mustafa Al-Amin, acara nobar debat di gedung PWNU Bali juga mengundang para narasumber kompeten lainya yang juga akan memberikan eduksi politik seperti Muhammad Taufiq Maulana, S.sy, M.H.I, Abdul Karim Abraham, S.Sos dan Ispandi, S.H.

  1. KH. Mustafa Al-Amin dalam penyampaianya, menghimbau kepada masyarakat agar mampu membedakan antara politik dengan agama. Baginya politik dengan agama tidak bisa dicampur aduk, namun lebih tepatnya politik dan agama itu saling melengkapi. “Politik dan agama saling membutuhkan. Politik tanpa agama itu buta, agama tanpa politik itu lumpuh, sementara agama dan politik itu sempurna.”paparnya.

Beliau juga menambahkan jika negara Indonesia bukan negara agama dan bukan juga negara sekuler. Tapi Indonesia adalah negara yang beragama. Maka dari itu apa yang telah di konsensuskan para pahlawan bangsa bersama para tokoh agama agar dapat menjadi pegangan masyarakat.

“Indonesia adalah negeri kesepakatan, maka harus berpagang teguh kepada kesepakatan”, tambahnya.

NU punya komitmen yang kuat untuk menjaga kesepakatan yang telah terjalin. NU menjadi garda terdepan untuk menghalau siapapun yang ingin mengingkari kesepakatan bersama sebagaimana Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta ormas-ormas lain yang beafiliasi sama. Saat ini NU yang terdepan menghadapi HTI.

(Muhlisin)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.