Penulisan Jurnalistik Sejarah LTNNU Bali, Virdika : Menulis Sejarah Jangan Untuk Balas Dendam

Dok. Diskusi Penulisan Jurnalisme Sejarah LTNNU Bali

pwnubali.or.id – Penulis Buku “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama ditemani Junalis NUOnline, Karim Abraham Iboy Selasa malam (18/1) kemarin berdiskusi hangat bersama para pengurus LTN se-Bali serta para aktivias muda di Pulau Dewata. Kehadiran dua tokoh penulis tersebut membahas tentang penulisan jurnalisme sejarah sebagai bekal para generasi muda dari penyesatan sejarah.

Momen yang istimewa tersebut, PW LTNNU Bali menggelar acara penulisan jurnalisme sejarag dengan Mengangkat tema “Merangkai Kepingan Jejak Peristiwa yang Mengedukasi Bukan Memanipulasi” di OMTO Guest house, Denpasar. Dalam malam tersebut banyak hal-hal penting yang disampaikan kedua pemateri terutama dalam menghidupkan ghiroh pemuda saat ini untuk peka dan aktif dalam melakukan riset-riset kepenulisan sejarah.

Bacaan Lainnya

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Karim Abraham jelang akhir acara malam tadi.

Dok. Diskusi Penulisan Jurnalisme Sejarah LTNNU Bali

“Hari ini teman-teman memiliki idealisme yang kuat, ada kesempatan, apalagi ada kelebihan di material bisa melakukan riset-riset kerja kepenulisan. Jadi kalau kemudian kita tidak mengawali ini kapan lagi kita akan memiliki catatan-catatan sejarah mumpung yang kita temui ini masih hidup,” paparnya.

Ia mengkhisahkan bagaimana dulu perjuangan sertifikat tanah yang ada di daerah Sumberklampok, Buleleng. Setahun sebelumnya ia melakukan wawancaran dengan pak Jatim, salah satu tokoh perjuangan tanah di Sumberklampok. Kemudian setahun kemudian ada pembebasan lahan dapat  sertifikat kemudian beliau meninggal.

“Saat beliau meninggal ini, banyak teman-teman jurnalis yang ingin tau sejarah sumberklampok dan mereka belum sempat wawancara beliau. Ternyata ada di dokumen saya, dan itu sangat-sangat berharga. Sempat saya tuliskan dan dokumentasikan,” kata Karim.

Dari pengalaman tersebut, ia mengajak para generasi muda untuk aktif menulis sejarah. Karena menurutnya ini untuk kerja keabadian, “yang terucap akan berlalu bersama angin, yang tertulis akan abadi,” tandasnya.

Dok. Diskusi Penulisan Jurnalisme Sejarah LTNNU Bali

Senada dengan Bang Karim, penulis Buku Menjerat Gusdur, Mas Virdika juga menyampaikan betapa pentingnya menulis sejarah. Menurutnya, dengan mengetahui sejarahnya maka dapat memupuk idealisme sehingga tidak mudah terbawa arus ikut gerakan kanan atau kiri.

“Tanpa sejarah kita tidak punya masa depan. Tanpa sejarah, tanpa kita tau sejarah kita maka kita akan terombang-ammbing sana ikut gerakan ini kenal ini pasti bakal ikut, karena kita tidak tahu pondasi kita sejauh mana dan seperti apa. Jadi menurut saya penting untuk melakukan penulisan apapun terutama sejarah,” papar Virdika

Virdika menambahkan bahwa sejarah itu dari setiap generasi punya tantangan, cara dan semangat sendiri untuk menuliskan sejarah.

Dok. Diskusi Penulisan Jurnalisme Sejarah LTNNU Bali

“Kita punya semangat zaman, kita punya cara sendiri untuk menuliskan sejarah. Saya pikir ketika meulis sejarah ya jangan untuk balas dendam. Biasanya orang meulis sejarah dipakai itu terserah, tapi bagaimana kita meluruskan sejarah,” imbuuhnya.

Terakhir virdi menyampaikan bahwa, “sebagai sebuah bangsa kita tidak akan maju kalau kita selalu diributkan dengan hal yang lalu-lalu terus dan orang yang sudah banyak meninggal mewarisi dendam anaknya,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Penasehat PW LTNNU Bali, Drs. H. Koeron, M.Pd.I, jajaran pengurus PW LTNNU Bali, Perwakilan PC LTNNU se-Bali, para aktivis muda NU Bali mulai dari IPNU, IPPNU, PMII, KMNU Udayana, perwakilan dari lembaga pers kampus seperti Likamba ISTNUBA dan FPM STAI Denpasar serta dari pegiat sosial media, Aswaja Dewata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.