Akhlak Santri Pagar Nusa dan 3 Kesiapan Menjadi Anggota Pagar Nusa

Dok. Kegiatan Pagar Nusa Provinsi Bali

pwnubali.or.id – Amaliyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah an Nahdliyah adalah amaliyah yang sudah mentradisi secara turun temurun dalam tradisi NU. Termasuk Pagar Nusa sebagai salah satu Badan Otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama juga menjadi benteng atas tradisi tersebut. Pagar Nusa sebagai bagian dari NU harus tetap istiqomah menjalankan tradisi dari ulama-ulama terdahulu.

Dalam akun sosial media Pagar Nusa, pihaknya menyebutkan bahwa amaliyah Aswaja tak hanya diajarkan tetapi juga dipraktekkan di setiap latihan. Diantaranya adalah yang pertama sebelum latihan, dimulai dengan pembacaan tawassul dan beberapa surat dalam al Qur’an dan kedua setelah latihan membaca sholawat nariyah, dzikir kalimat Laa Gholiba illaa Billaah dan membaca sholawat nabi saat bersalaman.

Bacaan Lainnya
Dok. Kegiatan Pelatihan Pagar Nusa Provinsi Bali

Selain itu pihaknya juga menambahkan bahwa ilmu ketawadhu’an senantiasa diajarkan kepada para santri Pagar Nusa. “Bahkan ilmu tentang ketawaddhu’an menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap penyampaian materi karena kami di Pagar Nusa sangat menjunjung tinggi bahwa Akhlak lebih tinggi kedudukannya dari ilmu,” paparnya.

Kemudian untuk menjadi bagian dari Santri Pagar Nusa, Ketua PW PSNU Pagar Nusa Provinsi Bali, Ust. Asy’ary Muslih, S.HI menyampaikan tiga kesiapan yang minimal sudah ada dalam diri calon santri diantaranya adalah; Kesiapan dalam memajukan, mengembangkan, membela, menjaga dan melestarikan ajaran dan paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah an Nahdliyah dan Pagar Nusa dimanapun berada. Kemudian kesiapan dalam melaksanakan dan mensukseskan program program Nahdlatul Ulama dan Pagar Nusa kapanpun dan dimanapun berada. Terakhir kesiapan mengabdi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama serta Pagar Nusa.

“Tiga Kesiapan ini harus menjadi doktrin yang mengakar disetiap hembusan nafas, jiwa dan raga pada masing-masing Anggota Pagar Nusa terutama yang berdomisili di Pulau Bali,” kata Asy’ary Muslih, S.H.I Ketua PW PSNU Pagar Nusa Bali.
Dok. kegiatan Pagar Nusa Provinsi Bali
“Jangan sampai tiga kesiapan ini luput atau hanya menjadi ucapan lisan belaka tanpa ada amaliyahnya. fakta yang berbicara bukan hanya berbicara fakta. Pagar Nusa Tidak Kemana-mana, Tapi Ada Dimana-mana” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.